Pemkab Bojonegoro Alokasikan Rp 36,3 M untuk 65 Paket Jembatan Tahun 2026
Minggu, 26 Juli 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerataan konektivitas antarwilayah jadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tahun 2026 ini. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPU BM PR), Pemkab Bojonegoro menganggarkan dana sebesar Rp 36,3 miliar untuk mengerjakan 65 paket jembatan selama tahun 2026.
Kepala Dinas PU BM PR Kabupaten Bojonegoro, Ivan Chusaifi, mengatakan pada bidang jembatan ini terdapat tiga kategori kegiatan penanganan, meliputi pelebaran, penggantian, dan rehabilitasi jembatan yang tersebar di berbagai ruas jalan kabupaten. Seluruh pengerjaan fisik tersebut kini sudah mulai berjalan.
“Saat ini masuk proses konstruksi,” jelas Ivan Chusaifi, Sabtu (24/07/2026).
Rinciannya, dari 65 paket tersebut mencakup 35 paket pekerjaan pelebaran jembatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 11,53 miliar yang tersebar di 15 kecamatan, yaitu Kecamatan Bojonegoro, Temayang, Dander, Baureno, Balen, Tambakrejo, Trucuk, Sekar, Ngraho, Ngasem, Kapas, Kedewan, Sugihwaras, Margomulyo, dan Kanor.
Selanjutnya, sebanyak 15 paket pekerjaan disiapkan untuk penggantian jembatan dengan total anggaran paling besar mencapai Rp 20,52 miliar. Kegiatan ini mencakup 10 kecamatan, antara lain Kecamatan Balen, Dander, Kapas, Kedungadem, Kepohbaru, Kasiman, Malo, Ngraho, Purwosari, dan Sugihwaras.
Sementara untuk kegiatan rehabilitasi jembatan, DPU BM PR menyiagakan 15 paket pekerjaan dengan nilai anggaran Rp 4,24 miliar. Pekerjaan ini dilaksanakan di 10 kecamatan, meliputi Baureno, Balen, Dander, Kapas, Kalitidu, Kedewan, Margomulyo, Ngasem, Temayang, dan Tambakrejo.
Ivan menjelaskan bahwa ketiga bentuk penanganan jembatan tersebut memiliki peran dan fungsi teknis yang berbeda demi menunjang keselamatan warga.
Fungsi pelebaran jembatan adalah untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas, keamanan, dan kenyamanan agar dapat melayani kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus berkembang. Sedangkan penggantian jembatan difungsikan untuk menyediakan infrastruktur pengganti yang mantap serta meminimalisir risiko runtuh akibat usia bangunan yang sudah tua, beban berlebih, maupun kerusakan struktural tingkat tinggi.
Adapun untuk rehabilitasi jembatan bertujuan mengembalikan kondisi fisik jembatan agar kembali aman dan fungsional dari kerusakan tingkat rendah hingga sedang, sekaligus menambah kapasitas beban sesuai kebutuhan lalu lintas modern tanpa harus mengganti seluruh struktur jembatan.
“Pemkab Bojonegoro berharap dampak positif multiplier effect dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, memangkas rantai biaya logistik, hingga mempermudah akses pelayanan kesehatan dan pendidikan,” kata Ivan.
Diharapkan dengan adanya kegiatan penanganan jembatan ini semakin memperlancar mobilitas warga serta menggerakkan roda perekonomian secara aman, efisien, dan merata hingga ke wilayah pelosok Bojonegoro.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir






























