Permintaan Batik Bojonegoro Meningkat
Selasa, 21 Juli 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Gelaran Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 yang dilaksanakan Juni lalu mulai membuahkan hasil nyata bagi para pelaku usaha batik di Kabupaten Bojonegoro. Pasca peristiwa tersebut, angka pembelian dan pemesanan batik Bojonegoro dilaporkan mengalami peningkatan.
Momentum positif ini kini menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan penting untuk memperkuat pengembangan batik sebagai salah satu identitas budaya daerah.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya antusiasme terhadap masyarakat batik Bojonegoro setelah digelarnya Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa promosi yang dilakukan secara bersama mampu memberikan dampak pemasaran nyata terhadap produk lokal.
“Alhamdulillah, setelah Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026, pembelian dan permintaan batik Bojonegoro meningkat. Ini menjadi semangat bagi kita semua untuk terus mengembangkan kualitas dan daya saing batik Bojonegoro,” ujarnya, Selasa (21/07/2026).
Dalam agenda audiensi, para pengrajin turut membagikan pengalaman mereka selama mengikuti festival, mulai dari perluasan jaringan pemasaran, respon konsumen terhadap motif khas Bojonegoro, hingga berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses produksi.
Selain mengadakan hasil festival, pertemuan tersebut juga membahas langkah-langkah pengembangan motif-motif baru yang tetap mengangkat kekayaan budaya lokal. Berbagai masukan dari para perajin menjadi bahan penting bagi Dekranasda untuk menyusun langkah-langkah pelatihan yang lebih tepat sasaran.
Cantika menegaskan, kemajuan batik Bojonegoro hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antarperajin, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia berharap seluruh pengrajin batik Bojonegoro terus menjaga semangat kebersamaan, saling mendukung, berkolaborasi, serta berinovasi agar batik Bojonegoro semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, promosi, pengembangan produk, hingga perluasan akses pasar bagi para pengrajin batik diharapkan dapat terus berlanjut. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan batik Bojonegoro sebagai kebanggaan daerah sekaligus penggerak ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Bojonegoro (APBB), Lukdianto, menyampaikan harapannya agar sinergi antara para pengrajin dan Pemkab Bojonegoro terus diperkuat dalam upaya mengembangkan batik daerah. Kolaborasi yang berkelanjutan menjadi kunci utama untuk melahirkan motif batik Bojonegoro yang memiliki identitas kuat, khas, dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat.
“Kami berharap ke depan dapat terus berkolaborasi untuk menemukan ciri-ciri motif khas batik Bojonegoro yang solid dan berkarakter, sehingga memiliki daya saing sekaligus menjadi identitas daerah,” ujarnya.
Selain pengembangan motif, APBB juga mengusulkan hadirnya galeri batik yang berada di lokasi strategis. Kehadiran galeri tersebut dinilai penting sebagai ruang promosi pusat sekaligus pemasaran yang mampu menampung karya para pengrajin batik Bojonegoro dan memperluas akses pasar.
Hanya itu, APBB berharap dukungan pemerintah terhadap industri batik dapat diwujudkan melalui kebijakan yang berkesinambungan. Dengan demikian, pembinaan dan pengembangan batik Bojonegoro tetap berjalan secara konsisten meskipun terjadi pergantian kepemimpinan daerah.
“Keberlanjutan kebijakan akan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha batik untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat eksistensi batik Bojonegoro sebagai salah satu warisan budaya dan penggerak ekonomi kreatif daerah,” terangnya.
Editor Mulyanto
Penerbit Mohamad Tohir































