News Ticker
  • Nantikan Pertunjukan Sandur pada Bojonegoro Bahagia Car Free Night di Alun-Alun
  • Dukung Atlet Muda, Kapolres Bojonegoro Lepas Kontingen PBV BOMA Berlaga di Kejurprov U-19 Jombang
  • BNC Ditiadakan, Pemkab Gelar Bojonegoro Bahagia Car Free Night dan Panggung Seni
  • Kecelakaan di Balen, Bojonegoro, Truk Muat Mesin Kombi Tabrak Mobil Penumpang
  • Bupati Blora Berangkatkan Kontingen Atlet Porprov Jateng 2026, Targetkan 6 Besar dan Janjikan Bonus bagi Peraih Medali
  • Kirim 237 Atlet di 37 Cabor, Blora Siap Berlaga di Porprov Jateng 2026
  • Perkuat Pelestarian Lingkungan, Pemprov Jatim Luncurkan Rencana Induk Keanekaragaman Hayati 2026–2030
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Pembuatan Sumur Resapan Hadapi Kekeringan dan Panas Ekstrem
  • Ketuk Pintu Langit Mohon Turun Hujan, Pemkab dan Umat Islam Bojonegoro Gelar Salat Istisqa
  • 21 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 21 Oktober 2026
  • Perkuat Pengawasan Distribusi BBM, Polres Bojonegoro Gelar Audiensi Bersama Pertamina dan Pengelola SPBU
  • Upacara Peringatan HJB ke-349 Berlangsung Khidmat dan Semarak di Alun-Alun Bojonegoro
  • Kontingen Jatim Sabet Gelar Juara Umum FIKSI Nasional 2026
  • Singgah di Kecamatan Trucuk, Kirab Api Abadi HJB ke-349 Disambut Meriah Warga
  • Skill Saja Tidak Cukup, EMCL Gembleng Etos dan Mental Kerja Pelajar serta Mahasiswa Magang di Bojonegoro
  • 20 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 20 Oktober 2026
  • Edukasi Hukum Pelajar, Kapolres Bojonegoro Sambangi SMAN 1 Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan
  • Perkuat Kerukunan Umat, Kapolres Bojonegoro Gelar Minggu Kasih di Gereja Santo Paulus
  • Pemprov Jatim Minta Pusat Kaji Ulang Rencana Pengalihan Gaji ASN ke Koperasi Merah Putih
  • Bahaya Kol Goreng Mengintai, Dokter Gizi Beberkan Alternatif Lalapan Renyah dan Sehat
  • Gutanbo Fest 2026 Resmi Ditutup
  • Dorong Efisiensi Biaya dan Kelestarian Lahan, Pemkab Bojonegoro Kampanyekan Pertanian Ramah Lingkungan di Gutanbo Fest 2026
Produsen Kue Gapit Bojonegoro Ini Banjir Pesanan Hingga  Puluhan Juta di Bulan Ramadan

Produsen Kue Gapit Bojonegoro Ini Banjir Pesanan Hingga Puluhan Juta di Bulan Ramadan

Bojonegoro – Momentum bulan suci Ramadan membawa keberkahan tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu yang merasakan dampak signifikan adalah produsen kue tradisional gapit, yang mencatatkan lonjakan permintaan hingga mampu meraup omzet puluhan juta rupiah.

Geliat produksi ini salah satunya terlihat di usaha rumahan Griya Camilan yang terletak di Jalan Sunan Kalijaga Nomor 85, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. Selama Ramadan, aktivitas pembuatan kue kering jenis gapit di tempat ini meningkat drastis dibandingkan hari-hari biasa.

Gapit sendiri merupakan jajanan tradisional yang sudah melegenda dan tetap menjadi suguhan favorit masyarakat saat hari raya maupun acara keluarga. Rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah membuat camilan ini tetap eksis dan diminati di tengah gempuran aneka kue modern. Kue gapit ini ada dua jenis, yaitu gapit gulung dan gapit pipih. Untuk gapit gulung rasanya manis, sedangkan gapit pipih rasanya gurih.

Pemilik usaha Griya Camilan, Safila Nur Auliya, mengungkapkan bahwa peningkatan produksi dilakukan demi memenuhi lonjakan pesanan dari pelanggan.

"Kalau hari biasa produksi gapit gulung hanya berkisar 12 kilogram per hari. Kini selama Ramadan kapasitasnya naik menjadi 16 kilogram per hari," katanya, Selasa (10/03/2026).

Kenaikan produksi juga terjadi pada varian gapit dolar atau rasa asin, dari yang semula 3 kilogram menjadi 4 kilogram per hari. Untuk harga jual, gapit gulung dibanderol Rp85 ribu per kilogram, sementara varian gapit dolar dijual seharga Rp80 ribu per kilogram.

Pemasaran kue gapit buatan Safila ini ternyata tidak hanya melayani pasar lokal Bojonegoro saja. Pesanan terus mengalir dari berbagai daerah di luar kota, mulai dari Surabaya hingga Yogyakarta. Berkat jangkauan pasar yang luas dan tingginya permintaan, omzet penjualan selama bulan suci ini diperkirakan mencapai puluhan juta.

"Selama Ramadan ini untuk omzetnya kira-kira sampai Rp35 juta," kata Safila.

Safila menjelaskan bahwa proses pembuatan kue gapit memerlukan ketelatenan dan konsentrasi tinggi. Meski terlihat sederhana, pengolahannya harus dilakukan dengan fokus agar kematangan kue merata, tidak gosong, dan tetap mempertahankan kerenyahan yang pas.

Melalui momentum Ramadan ini, Afi berharap usahanya tidak hanya mengalami kenaikan penjualan sesaat. Ia menargetkan dapat menarik pelanggan baru serta memperluas jangkauan pasar hingga ke lebih banyak daerah di masa mendatang.

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir

 

 

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1792620898.7805 at start, 1792620899.026 at end, 0.24541902542114 sec elapsed