News Ticker
  • Peringatan Hari Tani, Bupati Bojonegoro Ingin Wujudkan Lumbung Pangan
  • Bupati Setyo Wahono Tegaskan Evaluasi SAKIP 2026 Harus Berorientasi Hasil dan Manfaat Nyata
  • DKPP Bojonegoro Salurkan 589,8 Ton Bantuan Benih Padi untuk Petani
  • Jaga Ekosistem dan Cegah Genangan, Pemkab Bojonegoro Buat Sumur Resapan di Area Perkantoran
  • 10 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Sabtu 10 Oktober 2026
  • Rajut Tobat di Balik Jeruji, Polres Bojonegoro Gelar Khataman Al-Qur’an bagi Tahanan
  • Upaya Preventif Cegah Kanker Serviks, 500 Warga Blora Ikuti Vaksinasi HPV
  • Wujud Kepedulian Kesehatan Perempuan, DWP Bojonegoro Gelar Program Vaksinasi HPV
  • 09 Oktober dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro Jumat 09 Oktober 2026
  • Wabup Nurul Azizah Buka Festival Ledre 2026 di Purwosari, Ajak Kecamatan Lain Gali Inovasi
  • Para Perajin Unjuk Kebolehan Membuat Ledre di Area Festival
  • Tertemper Kereta Api Anggrek, Seorang Warga Sumberrejo, Bojonegoro Meninggal
  • Kopi Ledre Kedai Deulleuda Hadir di Festival Ledre Bojonegoro 2026
  • Perkuat Kolaborasi Pemenuhan Hak Anak, Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek KHA
  • Baru Akan Resmi Dibuka Malam, Lokasi Festival Ledre Ramai Pengunjung
  • Semarak HUT ke-81 Jatim, 1.000 Guru Dapat Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
  • Tunggakan PBB-P2 Bojonegoro Tembus Rp8,2 Miliar, Warga Bebas Denda hingga 20 Oktober
  • Gayatri Bojonegoro Dorong Pendapatan Harian 5.400 KPM dari Beternak Ayam Petelur
  • Pekerja EMCL Kerja Bakti Bersama Masyarakat Sekitar Lapangan Kedung Keris
  • Perkiraan Harga Emas Hari Ini, 08 Oktober 2026
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 08 Oktober 2026
  • 08 Oktober dalam Sejarah
Dampak Pandemi COVID-19, Pelaku Seni Barong di Blora Banting Setir Bikin Kerajinan

Dampak Pandemi COVID-19, Pelaku Seni Barong di Blora Banting Setir Bikin Kerajinan

Blora - Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini menjadi pukulan keras bagi para pekerja seni di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
 
Seperti yang dialami kelompok seni barong Taruna Adi Joyo asal Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, selama pandemi COVID-19 nyaris tak pernah pentas.
 
Selama pentas masih sepi, anggota kelompok seni tersebut beralih profesi membuat kerajinan barongan untuk dijual kepada masyarakat secara langsung maupun online.
 
 
Pengurus kelompok barongan Taruno Adi Joyo Taufik, kepada awak media ini Rabu (02/02/2022) mengaku ia bersama teman-temannya merasakan dampak sepi tidak adanya pentas karena adanya pandemi COVID-19.
 
"Sejak tahun lalu kami sudah terdampak. Temen-temen mengeluh karena sepi gak ada pentas dan saat pandemi banyak job yang dibatalkan," tutur Taufik, Rabu (2/02/2022).
 
 

Anggota kelompok seni barong Taruna Adi Joyo asal Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, saat membuat kerajinan barongan. (foto: priyo/beritabojonegoro)

 
Taufik menceritakan, sebelum pandemi COVID-19 menerjang pada Maret 2020 lalu, dirinya bersama temanya rata-rata bisa pentas sekitar 10 hingga 15 kali selama satu bulan. Namun dengan adanya COVID-19, job menurun dratis dan bahkan sama sekali tidak bisa pentas.
 
"Sebelumnya pentas satu bulan bisa 10 hingga 15 kali. Setelah pandemi, job menurun bahkan sama sekali tidak bisa pentas ini," katanya.
 
 
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya bersama temen-temenya untuk terus berinovasi dan berharap bisa memberikan pundi-pundi pemasukan saat semua pintu pertunjukan barongannya dilarang tampil, karena dapat menimbulkan kerumunan massa.
 
Taufik yang biasa tampil di atas panggung bersama teman-temennya beralih profesi membuat kerajinan barongan berbahan kayu yang ada di sekitar desanya.
 
"Suka tidak suka akhirnya saya bersama temen-temen terjun ke dunia kerajinan, membuat Barongan dan topeng. Hasilnya untuk menyambung kebutuhan hidup sehari-hari," tutur Taufik.
 
 
Menurut Taufik, selama pentas masih sepi, dirinya dan temen- temenya melakukan kegitan membuat kerajinan Barongan di rumahnya, untuk dijual kepada masyarakat secara langsung maupun online.
 
Taufik berharap, pemerintah bisa ikut membantu dirinya bersama teman-temenya untuk menunjang dan mempromosikan kerajinan yang ia buat, agar ke depan bisa semakin maju dan berkembang, serta hasil kerajinan yang ia buat laku di pasaran.
 
"Saya berharap pemerintah bisa membantu kami dan mendukung agar kerajinan yang saya buat bersama teman-teman ini semakin maju dan berkembang," tuturnya berharap. (teg/imm)
 
 
Reporter: Priyo SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
 
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

Opini

Ketika TikTok Mulai Mendiagnosis Kita

PERNAH nggak sih kamu sedang mengusap layar ponsel, lalu menemukan video tentang tanda-tanda suatu kondisi kesehatan yang terasa, Loh, ini ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1791657651.7636 at start, 1791657652.4268 at end, 0.66321301460266 sec elapsed