News Ticker
  • Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!
  • Pemkab dan Kwarcab Bojonegoro Gelar FGD Penyelarasan Program Kepramukaan Lintas Sektor
  • Polisi Peduli Pendidikan di SMAN 2 Taruna Pamong Praja, Kapolres Bojonegoro Ajak Pelajar Bijak Bermedsos
  • Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Bojonegoro Gelar Pasar Murah Lewat Program PASS ISYA’ di Trucuk
  • Pemkab Bojonegoro Perkuat Pelindungan Anak di Ranah Digital Tindak Lanjuti SE Gubernur Jatim
  • 3 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 3 November 2026
  • 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Kalitidu, Bojonegoro, Seorang Pengemudi Luka-Luka
  • Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty Turun Langsung Atur Lalin di Jam Sibuk
  • Atraksi Wisata Budaya Jaranan Meriahkan Galeri Bengawan Trucuk Bojonegoro
  • Raih Leadership Award Amerta Nutrition 2026, Gubernur Khofifah: Pembangunan Gizi Fondasi SDM Bangsa
  • 5 Makanan Rahasia Umur Panjang Penduduk Jepang Menurut Ahli Gizi
  • Mizan Hisyamuddin Ahmad, Pelajar Bojonegoro yang Terpilih Jadi Pemimpin Muda Terbaik di ISLC XV Universitas Indonesia
  • Pemkab Blora Kembali Gelar Gastra, Salurkan Santunan Anak Yatim dan Tekankan Kepedulian Sosial
  • 2 November dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 2 November 2026
  • Trio Wahyu, Seniman Muda Bojonegoro Bawa Wayang Thengul ke Panggung ASEAN
  • Tabrakan Motor vs Truk di Temayang, Bojonegoro, Pemotor asal Nganjuk Meninggal Dunia
  • Dokter Gizi Ungkap Manfaat Gula Stevia untuk Pengidap Diabetes dan Diet Berat Badan
  • Semarak Hari Santri 2026, PCNU Bojonegoro Gelar Mancing Bersarung di Kolam Unugiri
  • 1 November dalam  Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 1 November 2026
  • Antisipasi Banjir Bengawan Solo, Pemprov Jatim dan Lima Daerah Gelar Simulasi Penanganan Bencana Lintas Wilayah
  • Film Gak Ada Matinya, Sebuah Komedi Situasi Absurd yang Cerdas Olah Drama Keluarga
Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Sosok

Pratikno, di Mata Mantan Bupati Bojonegoro, Kang Yoto

Bojonegoro - Salah satu putra terbaik asal Bojonegoro, Prof Dr Pratikno MSoc Sc, pada Minggu malam (20/10/2024) kembali dipilih menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo-Gibran.
 
Pratikno ditunjuk menjadi Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan menteri sebelumnya Muhadjir Effendy. 
 
 
Untuk mengenal lebih jauh apa saja yang telah diperbuat Pratikno untuk tanah kelahirannya, Kabupaten Bojonegoro, jurnalis beritabojonegoro.com berupaya meminta keterangan dari salah satu narasumber, yaitu Dr Suyoto MSi atau yang biasa disapa Kang Yoto.
 
Kang Yoto, merupakan tokoh pendidikan, tokoh politik, dan mantan Bupati Bojonegoro yang menjabat pada dua periode, yakni 2008-2013 dan 2013-2018.
 
 

Dr Suyoto MSi atau biasa disapa Kang Yoto, mantan Bupati Bojonegoro yang menjabat pada dua periode (2008-2013) dan (2013-2018) (Aset: IG @kangyotobojonegoro)

 
 
Melalui aplikasi pesan WhatsApp pada Selasa (22/10/2024), Kang Yoto menyampaikan tulisannya berikut ini:
 
Saya mengenal Pak Pratikno itu dari tulisannya tentang “Curse to Blessing” atau melawan kutukan sumber daya alam.
 
Waktu saya mau mencalonkan Bupati Bojonegoro, saya membaca tulisan itu. Saya lupa persisnya. Apakah tulisan atau wawancara, tapi tulisan itu cukup menginspirasi saya saat berkampanye dan kemudian menjadi Bupati Bojonegoro.
 
 
Saat saya terpilih dan belum dilantik, saya menyempatkan diri ke Jogja untuk menggali lebih lanjut gagasan dan pikirannya tentang bagaimana mengelola Bojonegoro, agar membawa dampak pengurangan kemiskinan, sekaligus juga pondasi berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat Bojonegoro.
 
Apalagi waktu itu ada momentum di mana Bojonegoro akan mendapatkan berkah minyak. Diskusi itu sangat menginspirasi saya karena itulah saya agak fasih memetakan problematikanya dan kemudian bagaimana mencoba menggunakan momentum itu untuk pembangunan berkelanjutan.
 
Di antara kebijakannya adalah “Perda lokal konten” atau optimalisasi potensi lokal, “beasiswa dana abadi”, dan lain-lain.
 
 
Pada periode kedua saya terpilih menjadi Bupati Bojonegoro (2013), usai terpilih saya bahkan membawa staf ke Kantor Pak Praktik yang waktu masih menjadi Rektor Universitas Gadjah Mada, untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2018.
 
Waktu itu diskusi di kantornya beliau. Kami membicarakan konsep “lumbung pangan dan energi”. Ide beliau yang juga signifikan waktu itu adalah pentingnya investasi SDM.
 
Karena itulah kemudian “vokasional” menjadi salah satu atensi. Saya mewujudkannya dengan mulai merintis bersama teman-teman, yaitu Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bojonegoro, karena pembangunan SDM terampil adalah pintu penurunan kemiskinan berkelanjutan. Inilah salah satu pondasi keberlanjutan Bojonegoro ke depan. Sayang, di kemudian hari, AKN Bojonegoro harus diberhentikan.
 
Pak Pratik, yang saya tahu orangnya rendah hati, sangat terbuka terhadap hal-hal yang baru, dan berpikir apa yang menjadi kemaslahatan publik. Beliau memilih pendekatan solutif dan tidak konfrontatif.
 
Dengan kompetensi beliau, saya kira pantas mendapatkan “maqom”politik menjadi menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama dua periode dan sekarang menjadi Menko PMK di kabinet Presiden Prabowo Subianto.
 
 
 
Sekadar diketahui, Pratikno lahir di Bojonegoro, Jawa Timur pada 13 Februari 1962. Ia adalah akademisi dan politisi Indonesia yang dalam pemerintahan sebelumnya menjabat Menteri Sekretaris Negara sejak 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019 dan 23 Oktober 2019 hingga 2024.
 
Pratikno pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada. Ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM. Ia merupakan menteri yang masuk melalui jalur akademisi atau independen. 
 
Dikutip dari Wikipedia Indonesia, berikut pengalaman pendidikan Pratikno: 
SMP Padangan (sekarang SMP Negeri 1 Padangan Bojonegoro)
SMPP Bojonegoro (sekarang SMA Negeri 2 Bojonegoro)
S1 (Drs) Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia, 1985.
S2 (MSoc Sc) pada Development Administration, Birmingham University, Inggris, 1990.
S3 (Ph D) pada Political Science, Flinders University, Australia, 1997.
Profesor Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia, Desember 2008.
 
Penghargaan: Bintang Mahaputera Adipradana. (red/imm)
 
 
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Opini

Cara Kafein "Menipu" Otak Kita

Menghadapi tumpukan materi kuliah, kejaran tenggat tugas, dan jadwal kelas pagi yang tak kompromi sering kali memaksa mahasiswa mencari jalan ...

Sosok

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Ki Ngesti Adi Anggoro, Dalang Muda Asal Purwosari yang Tekun Rawat Kesenian Tradisional

Bojonegoro - Di tengah gempuran arus budaya modern, kepedulian terhadap pelestarian kesenian tradisional ditunjukkan oleh Ki Ngesti Adi Anggoro, seorang ...

Infotorial

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Dari Sukoharjo ke Milan: Kisah Sukses Perempuan Desa Sekitar Lapangan Kedung Keris Bojonegoro

Berbekal kedisiplinan dan keuletannya, Unanik kini bisa membantu ekonomi keluarga. Perempuan asal Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro ini mampu membiayai ...

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Wisata

Merawat Warisan Geologi di Kedung Lantung, Bojonegoro, dari Perut Bumi untuk Masa Depan

Bojonegoro - Bukan sekadar destinasi wisata anyar, Geosite Kedung Lantung di Desa Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi ...

1793740459.6745 at start, 1793740460.4636 at end, 0.78908181190491 sec elapsed