Lebaran Tinggal Hitungan Hari Lagi, Perbaikan Jalan di Jatim Capai 100 Km
Selasa, 17 Maret 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memacu penguatan infrastruktur melalui langkah nyata perbaikan jalan sepanjang hampir 100 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah. Langkah strategis ini diambil guna memastikan konektivitas antarwilayah tetap terjaga, terutama pada ruas jalan kabupaten dan desa yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan memiliki kaitan erat dengan peningkatan aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kondisi jalan yang mantap akan memperlancar distribusi barang serta mobilitas warga, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan di tingkat lokal.
Upaya perbaikan ini dijalankan melalui skema kolaborasi dalam Program Pembinaan Jalan Kabupaten. Dalam program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa aspal drum kepada pemerintah kabupaten dan kota.
"Skema kerja sama ini melibatkan pembagian peran, di mana provinsi menyediakan material aspal, sementara pemerintah daerah atau desa menyiapkan tenaga pelaksana serta teknis pengerjaan di lapangan," kata Khofifah, Selasa (17/03/2026).
Khofifah menekankan bahwa pola kerja sama ini bertujuan agar pemeliharaan jalan, seperti penambalan lubang, dapat dilakukan dengan lebih responsif. Hal ini dinilai sangat penting untuk menjamin kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan di seluruh pelosok Jawa Timur. Komitmen ini tercermin dari tren peningkatan alokasi bantuan aspal yang disalurkan dari tahun ke tahun.
“Perbaikan jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan program ini kita ingin memastikan aksesibilitas masyarakat semakin baik sehingga mobilitas dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih lancar,” katanya.
Berdasarkan data penyaluran, program ini telah dimulai sejak tahun 2024 dengan mendistribusikan lebih dari 1.500 drum aspal. Angka tersebut melonjak signifikan pada tahun 2025 menjadi lebih dari 5.300 drum aspal yang menyasar 20 kabupaten. Sementara itu, untuk tahun 2026, pemerintah provinsi merencanakan total bantuan sebanyak 7.000 drum aspal.
Hingga saat ini, sebanyak 2.500 drum aspal telah disalurkan kepada kabupaten dan kota yang membutuhkan. Penentuan penerima bantuan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tingkat kerusakan jalan di masing-masing daerah agar penanganan infrastruktur tepat sasaran.




























.md.jpg)


