Gubernur Khofifah Targetkan Jawa Timur Jadi Pusat Substitusi Impor Infus Nasional
Rabu, 29 April 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Jawa Timur kini mematangkan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan kesehatan nasional melalui percepatan hilirisasi industri farmasi. Fokus utama diarahkan pada produksi cairan infus dalam negeri guna memangkas ketergantungan terhadap produk impor yang selama ini masih mendominasi pasar kesehatan Indonesia.
Langkah ini dipandang bukan sekadar perluasan industri, melainkan upaya pemenuhan kebutuhan dasar medis yang bersifat vital dan berkelanjutan. Dengan kapasitas manufaktur yang terus berkembang, Jawa Timur diproyeksikan mampu menjadi tulang punggung bagi ketersediaan alat kesehatan dan bahan baku obat secara mandiri.
Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa hilirisasi di sektor farmasi harus menjadi prioritas untuk memberikan jaminan ketersediaan produk medis yang lebih terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Menurutnya, kesiapan infrastruktur industri di Jawa Timur sudah sangat memadai untuk melakukan substitusi impor secara besar-besaran.
"Hilirisasi farmasi ini sangat penting. Kita ingin Jawa Timur menjadi pusat substitusi impor infus nasional. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk membangun kemandirian di sektor kesehatan," tegas Khofifah, Selasa (28/04/2026).
Esensi dari program ini terletak pada integrasi antara riset, teknologi, dan manufaktur. Dengan memproduksi cairan infus secara mandiri, daerah tidak hanya mendapatkan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga memastikan rantai pasok alat kesehatan tetap terjaga meski dalam situasi krisis global.
Lebih lanjut, transformasi ini diharapkan mampu merangsang pertumbuhan ekosistem industri hulu hingga hilir di wilayah Jawa Timur. Dukungan terhadap produsen lokal terus ditingkatkan agar standar kualitas produk dalam negeri mampu bersaing dengan produk global, sehingga target substitusi impor bukan lagi sekadar wacana.
"Kita harus memastikan bahwa produk-produk farmasi kita, termasuk infus, memiliki standar kualitas yang tinggi sehingga kepercayaan masyarakat dan tenaga medis terhadap produk dalam negeri terus meningkat," tambahnya.
Melalui penguatan pusat produksi di Jawa Timur, Indonesia diharapkan dapat lebih resilien dalam menghadapi dinamika kesehatan di masa depan. Fokus pada substitusi impor infus ini menjadi batu pijakan penting bagi terciptanya tata kelola kesehatan nasional yang lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada pasokan luar negeri.(red/toh)




























.md.jpg)


