Sambut Tim Sungai Watch, Bupati Wahono Ajak Warga Bojonegoro Jaga Kebersihan Bengawan
Kamis, 23 April 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Halaman Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi saksi penyambutan hangat bagi tiga pelari asal Perancis yang sedang menjalankan misi lingkungan bertajuk River Run. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dan jajaran Forkopimda secara langsung menerima kedatangan Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, serta Kelly Bencheghib pada Rabu (22/04/2026) pagi.
Ketiga pelari yang juga merupakan pendiri organisasi Sungai Watch tersebut tengah menempuh perjalanan lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta. Aksi maraton ini dilakukan sebagai bentuk kampanye nyata untuk membangkitkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan ekosistem sungai di sepanjang jalur yang mereka lalui.
Bupati Setyo Wahono dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi tim River Run. Ia menyatakan bahwa menjaga kebersihan aliran sungai merupakan komitmen yang sudah lama dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup secara berkesinambungan.
“Menjaga kebersihan sungai adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Permasalahan utama yang kita hadapi adalah pencemaran dan sampah. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan sungai kita,” ujarnya.
Menurut Bupati, kolaborasi antara kampanye olahraga lari dengan misi lingkungan ini menjadi media edukasi yang sangat efektif bagi publik. Setelah seremonial penyambutan, rombongan kemudian melakukan lari bersama menuju Taman Bengawan Solo untuk melaksanakan aksi kerja bakti atau korve membersihkan sampah di bantaran sungai.

Tiga pelari yang merupakan pendiri Sungai Watch tengah menempuh perjalanan lari sejauh 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta, mampir di Bojonegoro, Rabu (22/04/2026). Aset: Istimewa
Pada kesempatan yang sama, Gary Bencheghib memaparkan bahwa perjalanan panjang mereka bertujuan untuk memetakan titik-titik sungai yang mengalami tingkat pencemaran paling parah di Pulau Jawa. Data yang terkumpul nantinya akan dijadikan bahan laporan untuk mendorong kebijakan penanganan sampah yang lebih komprehensif.
“Kami ingin mengetahui sungai mana yang paling membutuhkan perhatian. Harapannya, data dan temuan ini dapat disampaikan hingga ke tingkat pusat, termasuk ke Istana Negara,” jelas Gary.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, ketiga pelari bersama Wakil Bupati Nurul Azizah menyempatkan diri menyusuri sungai menggunakan perahu tradisional. Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap sinergi lintas pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dapat terus diperkuat demi mewujudkan wilayah yang bersih dan berkelanjutan.(red/toh)




























.md.jpg)


