Tiga Desa Unggulan Resmi Sandang Status Desa Cantik Bojonegoro Tahun 2026
Kamis, 16 April 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi menambah deretan desa yang memiliki tata kelola data mumpuni melalui penganugerahan status Desa Cinta Statistik atau Desa CANTIK tahun 2026. Dalam prosesi yang berlangsung di Ruang Angling Dharma Gedung Pemkab Bojonegoro pada Rabu (15/4/2026), tiga desa yakni Desa Rendeng di Kecamatan Malo, Desa Pakuwon di Kecamatan Sumberejo, serta Desa Sonorejo di Kecamatan Padangan terpilih berdasarkan potensi keunggulan masing-masing yang dipadukan dengan kemandirian data.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan pentingnya setiap wilayah memiliki identitas keunggulan yang kuat. Tiga desa tersebut telah berhasil membuktikan diri. Desa Rendeng dengan kerajinan gerabah, Desa Pakuwon dalam pengelolaan air bersih, serta Desa Sonorejo melalui sektor pariwisata
"Saat ini sudah ada tiga desa, maka 25 kecamatan lainnya unggulannya apa. Saat ini mulai Desa CANTIK, ke depan mengikuti keunggulan-keunggulan dari masing-masing kecamatan," jelasnya saat memberikan arahan di Ruang Angling Dharma.
Penambahan tiga desa ini secara otomatis meningkatkan jumlah desa percontohan statistik di Kabupaten Bojonegoro menjadi total 16 desa sejak program ini diinisiasi pada tahun 2021. Setiap desa terpilih membawa karakteristik unik yang menjadi pondasi ekonomi lokal mereka.
Desa Rendeng misalnya, diakui atas konsistensinya dalam melestarikan industri kreatif gerabah yang kini bertransformasi menjadi pusat wisata edukasi. Sentra Kerajinan Gerabah di Rendeng telah berkembang secara turun-temurun dan menjadi ciri khas sekaligus sumber mata pencaharian masyarakat setempat. Kerajinan gerabah merupakan kearifan lokal yang berperan penting dalam memperkuat peran desa sebagai pusat ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.
Sementara itu, Desa Pakuwon menonjol melalui aspek digitalisasi pelayanan publik yang sudah mereka rintis jauh sebelum tren transformasi digital meluas. Desa ini telah menerapkan sistem informasi manajemen administrasi desa sejak dua dekade silam yang berbuah manis pada pengakuan prestasi di tingkat regional. Keberhasilan mereka mengelola administrasi secara statistik dan kemandirian sumber daya air bersih menjadi standar baru bagi desa mandiri lainnya. Atas komitmen tersebut Desa Pekuwon berhasil juga meraih penghargaan Inovasi Digital dan Pelayanan Publik dalam ajang Radar Bojonegoro Award 2025 lalu yang semakin memperkuat posisinya menjadi desa yang maju, mandiri, berdaya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Berbeda lagi dengan Desa Sonorejo yang masuk dalam jajaran Desa CANTIK 2026 melalui keberhasilan pengelolaan aset sumber daya air menjadi destinasi wisata keluarga yang populer. Transformasi Waduk Sonorejo kini menjadi mesin penggerak baru bagi ekonomi warga sekitar lewat sektor kuliner dan rekreasi yang terus berkembang pesat.
Pencapaian ketiga desa ini menyambung estafet keberhasilan desa-desa sebelumnya seperti Desa Kauman dan Desa Prayungan yang mengawali program ini lima tahun lalu. Melalui status Desa CANTIK, diharapkan desa tidak hanya menjadi objek pendataan oleh pihak luar, melainkan menjadi subjek yang mampu mengelola dan memanfaatkan data secara mandiri untuk menjawab tantangan pembangunan desa di masa depan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro Syawaluddin Siregar menegaskan bahwa keberadaan desa sebagai produsen data dasar merupakan fondasi utama agar kebijakan di tingkat kabupaten dapat tepat sasaran dan berbasis bukti.
"Desa CANTIK bukanlah beban administrasi desa, melainkan investasi jangka panjang. Mari kita ubah narasi 'Desa sebagai Objek Pendataan' menjadi 'Desa sebagai Subjek Pengelola Data'. Karena yang memahami desa ialah warga desa itu sendiri," katanya.(red/toh)




























.md.jpg)


