News Ticker
  • Nggon Sahdu, Inovasi Agrowisata Satu Rumah Satu Pohon Durian di Kecamatan Gondang
  • Pemkab Bojonegoro Perkuat Kapasitas Aparatur Desa Melalui Mitigasi Kekeringan dan Akurasi Data Sosial
  • Kena Tipu Berangkat Haji, Lansia di Sukosewu Rugi Puluhan Gram Emas
  • Lapas Bojonegoro dan BNNK Tuban Perkuat Sinergi Berantas Narkoba Serta Penggunaan Ponsel Ilegal
  • Bupati Wahono Ingatkan Aparatur Desa Sajikan Data Bansos Objektif dan Hindari Nepotisme
  • Sambut Tim Sungai Watch, Bupati Wahono Ajak Warga Bojonegoro Jaga Kebersihan Bengawan
  • Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro: Perempuan Didorong Deteksi Dini Kanker Payudara
  • Pemprov Jatim Kaji Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Ekonomi Hijau dan Hindari Disparitas
  • Diduga Sopir Mengantuk, Truk Profit Tabrak Truk Trailer Parkir di Jalan Untung Suropati Bojonegoro
  • Waspadai Tren Gangguan Pendengaran di Usia Muda
  • Optimasi Data Desa Pemkab Blora Libatkan Belasan Ribu ASN untuk Tekan Angka Kemiskinan
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Bimtek PPID Tingkat Desa, Mitigasi Kemarau Jadi Perhatian Penting
  • Edukasi Geopark Sejak Dini, Siswa SMPN 1 Purwosari Jelajahi Kekayaan Alam Bojonegoro
  • Polres Blora Gagalkan Penyelundupan Ratusan Tabung LPG Bersubsidi Asal Tuban
  • Pemkab Blora Gelar Pelatihan Konten Kreator di Loco Tour Cepu
  • Transformasi Pertanian Bojonegoro Lewat Teknologi Drone Sprayer di Desa Sumodikaran
  • Kementerian Agama Bantah Isu Pengambilalihan Kas Masjid oleh Pemerintah
  • Bazar UMKM Perempuan Warnai Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro
  • Sinergi Aparatur dan Semangat Emansipasi Warnai Upacara Gabungan di Bojonegoro
  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kejaksaan Negeri Bojonegoro Hadirkan Gedung Kantor Pelayanan
  • Jatuh dan Tercebur ke Parit, Pemotor asal Rengel, Tuban Meninggal di Kedungadem, Bojonegoro
  • Tabrakan di Balen, Bojonegoro, Seorang Pemotor Luka-luka
  • Gelar Festival Alam Lestari, RPS Tanam Pohon dan Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Tuban
  • Kedapatan Curi Tembaga di Kanor, Bojonegoro, 2 Warga Tuban Ditangkap, Satu Lainnya Buron
Pemkab Bojonegoro Perkuat Kapasitas Aparatur Desa Melalui Mitigasi Kekeringan dan Akurasi Data Sosial

Pemkab Bojonegoro Perkuat Kapasitas Aparatur Desa Melalui Mitigasi Kekeringan dan Akurasi Data Sosial

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar agenda Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa, Pendamping Desa, serta Pegiat Desa tahun 2026 yang memasuki hari kedua di Ruang Angling Dharmo, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (23/04/2026). Fokus utama dalam pertemuan ini adalah sinkronisasi data bantuan sosial serta langkah konkret dalam mitigasi risiko kekeringan dan pengelolaan lingkungan hidup di tingkat desa.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan pentingnya pemetaan wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana agar kebijakan yang diambil pemerintah daerah sejalan dengan kondisi riil di lapangan.

"Data ini kemudian akan dikoordinasikan dengan BPBD dan Dinas PU SDA. Selain itu terkait DTSEN untuk benar-benar mendata sesuai kriteria," pungkas Nurul Azizah saat memberikan arahan kepada para peserta yang hadir.

Mengenai akurasi penyaluran bantuan, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Bojonegoro Endah Retnoningroem memaparkan materi terkait Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Ia menjelaskan bahwa validitas data individu dan keluarga sangat krusial agar program pembangunan nasional bisa berjalan secara terpadu.

"DTSEN adalah basis data tunggal individu dan/atau keluarga yang memuat kondisi sosial ekonomi penduduk Indonesia dan telah dipadankan dengan data kependudukan," jelas Endah saat menerangkan prosedur pembaruan data desil bagi para aparatur desa.

Sektor lingkungan hidup juga menjadi perhatian serius dalam kegiatan ini. Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro Achmad Syoleh Fatoni mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari tingkat rumah tangga sebagai aksi nyata pelestarian alam.

"Jika kita merawat alam, alam merawat kita," tandas Syoleh Fatoni di hadapan para pegiat desa.

Ia juga menyarankan setiap kecamatan memiliki tempat peluruhan sampah organik yang terpisah dari sampah plastik untuk mempercepat proses penguraian. Menurutnya, pemanfaatan halaman belakang rumah di pedesaan bisa menjadi solusi efektif agar tempat pembuangan tidak cepat penuh. Melalui kolaborasi antara edukasi rutin dan konservasi lahan, diharapkan tercipta kemandirian desa dalam menjaga ekosistem lingkungan secara berkelanjutan.(red/toh)

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1777016193.5612 at start, 1777016194.0203 at end, 0.4590539932251 sec elapsed