Perkuat Ketahanan Pangan, Program KOLEGA Bojonegoro Sasar 335 Keluarga Penerima Manfaat Tahun 2026
Selasa, 28 April 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan keberlanjutan Program Kolam Lele Keluarga atau KOLEGA pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya konsisten dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah di wilayah setempat.
Keberhasilan program yang telah menjangkau ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun sebelumnya menjadi landasan kuat bagi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro untuk memperluas jangkauan. Pada tahun ini, skema bantuan dirancang lebih variatif dengan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi lahan para calon penerima.
Kepala Bidang Perikanan Disnakkan Bojonegoro, M. Cholilur Rohman, menjelaskan bahwa terdapat dua kategori utama bantuan kolam yang akan disalurkan, yakni model buis beton dan kolam terpal bundar. Penentuan jenis kolam ini didasarkan pada hasil peninjauan lapangan agar bantuan yang diberikan dapat berfungsi secara optimal.
“Pada tahun 2026, program KOLEGA direncanakan menyasar sebanyak 335 KPM dengan skema bantuan yang diperluas,” ujarnya, Senin (27/04/2026).
Hingga saat ini, pihak dinas terkait masih melakukan verifikasi ketat terhadap calon penerima manfaat. Proses validasi data mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata.
“Saat ini, program KOLEGA masih dalam tahap verifikasi calon penerima manfaat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di lapangan. Proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” tandas Cholilur.
Adapun kriteria yang harus dipenuhi calon penerima di antaranya adalah masuk dalam data DTKS desil 1 hingga 5, berada pada usia produktif, serta memiliki lahan dan ketersediaan air yang memadai untuk budidaya. Selain aspek teknis, minat dan komitmen warga untuk melanjutkan usaha secara mandiri setelah masa program berakhir menjadi poin penilaian yang krusial.
“Melalui program KOLEGA, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan sarana budidaya, tetapi juga mampu mengembangkan usaha perikanan secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui komitmen pemberdayaan berbasis potensi lokal ini, Pemkab Bojonegoro berharap ekosistem ekonomi mandiri di tingkat keluarga dapat terus bertumbuh, sehingga mampu menekan angka kemiskinan sekaligus menjamin ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.(red/toh)




























.md.jpg)


