Pemprov Jatim Borong Penghargaan Nasional di Peringatan Hari Otonomi Daerah
Selasa, 28 April 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan tata kelola pemerintahan terbaik di tingkat nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dengan skor 3,4695 dan status kinerja tinggi. Penghargaan ini diserahkan dalam rangka Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, Senin (27/04/2026).
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.7_739 Tahun 2026, hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) menunjukkan bahwa Jawa Timur konsisten berada di jalur yang benar dalam hal kemandirian dan kesejahteraan sektor publik. Prestasi ini semakin istimewa karena Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah perolehan penghargaan terbanyak, yakni 11 penghargaan dari total 29 penghargaan yang dibagikan secara nasional.
Gubernur Khofifah menyatakan rasa syukur dan bangganya atas dukungan serta apresiasi yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari implementasi otonomi daerah yang dimaknai secara aplikatif melalui program Nawa Bhakti Satya yang sejalan dengan visi Asta Cita nasional.
"Kami di daerah selalu mengusahakan yang terbaik untuk menciptakan kemandirian dan kesejahteraan dalam berbagai sektor. Otonomi Daerah ini sangat kami pegang dan kami maknai secara aplikatif. Dan Alhamdulillah, kami selalu didukung dan diapresiasi oleh pusat," ujarnya usai menerima penghargaan dari Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto.
Keberhasilan ini tidak hanya dirasakan oleh tingkat provinsi. Sebanyak 10 kabupaten dan kota di Jawa Timur juga turut membawa pulang penghargaan serupa sebagai daerah dengan EPPD tertinggi. Daerah-daerah tersebut meliputi Kabupaten Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Malang, Nganjuk, Ngawi, Sidoarjo, serta Kota Blitar dan Kota Surabaya.
Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para bupati dan wali kota atas sinergitas yang terbangun selama ini. Keberhasilan membawa pulang 11 penghargaan bagi Jawa Timur merupakan bukti nyata bahwa kerja keras di tingkat lokal mampu memperkuat program prioritas di level pusat.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menerima buah dari kerja keras dan sinergitas kita. Saya bersyukur dan bangga atas capaian kabupaten/kota di Jatim yang secara komulatif terbanyak di antara semua provinsi di Indonesia. Terima kasih kepada kabupaten/kota atas kinerja baiknya," pungkas Khofifah.
Di sisi lain, Wamendagri Bima Arya mengingatkan bahwa otonomi daerah bukan sekadar soal kewenangan, melainkan sebuah tanggung jawab besar. Ia menekankan bahwa kewenangan yang dijalankan tanpa integritas hanya akan melahirkan kesewenang-wenangan, sehingga budaya pelayanan harus tetap menjadi prioritas utama bagi setiap kepala daerah.(red/toh)




























.md.jpg)


