News Ticker
  • Petani Bojonegoro Peringkat Kedua Nasional Serap Pupuk Organik di Tengah Krisis Regenerasi
  • Integritas Aparatur Menjadi Kunci Perbaikan Sistem Pengendalian Korupsi di Bojonegoro
  • Angkutan Pelajar Gratis di Bojoneogro Mulai Aktif Kembali
  • Pemprov Jatim Borong Penghargaan Nasional di Peringatan Hari Otonomi Daerah
  • Perkuat Ketahanan Pangan, Program KOLEGA Bojonegoro Sasar 335 Keluarga Penerima Manfaat Tahun 2026
  • Optimalkan Pencegahan Korupsi, BPKP Pusat Jadikan Bojonegoro Percontohan Nasional
  • Perkuat Tata Kelola, 430 Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Ikuti Bimtek Laporan Keuangan
  • Minimal 46 Persen Penduduk Bojonegoro Harus Ikuti CKG Tahun 2026
  • Wabup Nurul Azizah Ajak Masyarakat Bojonegoro Beli Telur Hasil Program Gayatri
  • Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, KAI Sampaikan Permohonan Maaf
  • Kaitan Antara Konsumsi Tempe dan Risiko Asam Urat
  • Arief Januwarso Nahkodai ICMI Bojonegoro Periode 2026-2031
  • MWCNU Kapas Gelar Lailatul Ijtima di Desa Bogo, Wadah Konsolidasi Anggota
  • TNI Koramil Sukosewu Santuni Nenek Korban Penipuan Modus Haji di Desa Klepek
  • Nggon Sahdu, Inovasi Agrowisata Satu Rumah Satu Pohon Durian di Kecamatan Gondang
  • Pemkab Bojonegoro Perkuat Kapasitas Aparatur Desa Melalui Mitigasi Kekeringan dan Akurasi Data Sosial
  • Kena Tipu Berangkat Haji, Lansia di Sukosewu Rugi Puluhan Gram Emas
  • Lapas Bojonegoro dan BNNK Tuban Perkuat Sinergi Berantas Narkoba Serta Penggunaan Ponsel Ilegal
  • Bupati Wahono Ingatkan Aparatur Desa Sajikan Data Bansos Objektif dan Hindari Nepotisme
  • Sambut Tim Sungai Watch, Bupati Wahono Ajak Warga Bojonegoro Jaga Kebersihan Bengawan
  • Peringatan Hari Kartini di Bojonegoro: Perempuan Didorong Deteksi Dini Kanker Payudara
  • Pemprov Jatim Kaji Pajak Kendaraan Listrik untuk Dukung Ekonomi Hijau dan Hindari Disparitas
  • Diduga Sopir Mengantuk, Truk Profit Tabrak Truk Trailer Parkir di Jalan Untung Suropati Bojonegoro
  • Waspadai Tren Gangguan Pendengaran di Usia Muda
Integritas Aparatur Menjadi Kunci Perbaikan Sistem Pengendalian Korupsi di Bojonegoro

Integritas Aparatur Menjadi Kunci Perbaikan Sistem Pengendalian Korupsi di Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai melakukan langkah mendalam untuk membedah celah penyimpangan dalam tata kelola pemerintahan melalui penguatan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK). Fokus utama dalam upaya ini bukan sekadar pemenuhan nilai administratif, melainkan penanaman integritas sebagai fondasi utama setiap aparatur dalam menjalankan tugas negara.

Dalam spsialisasi yang berlangsung di Gedung Angling Dharma, Selasa (28/04/2026) kemarin, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan pandangan kritis mengenai korelasi antara kecerdasan dan moralitas. Ia menekankan bahwa kompetensi tanpa dasar moral yang kuat justru berisiko menciptakan celah penyimpangan yang lebih rumit untuk dideteksi. Menurutnya, keberhasilan melawan korupsi sangat bergantung pada keselarasan antara pikiran, ucapan, dan tindakan nyata setiap pegawai.

Bupati Wahono mengingatkan bahwa tanggung jawab besar melekat pada setiap rupiah yang dikelola oleh pemerintah daerah. Kesadaran akan asal-usul anggaran menjadi alasan utama mengapa sistem pengendalian intern harus diperkuat dari waktu ke waktu.

“Kita menggunakan uang rakyat, sehingga sudah menjadi kewajiban untuk mengelolanya secara baik, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Sejalan dengan hal itu, Plt. Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur, Putu Yudi Tenaya, menjelaskan bahwa efektivitas pencegahan korupsi sangat bergantung pada kemampuan instansi dalam mengidentifikasi titik lemah melalui survei mandiri. Dengan melibatkan seluruh pegawai sebagai responden, organisasi dapat memetakan Area of Improvement (AOI) guna membangun sistem peringatan dini terhadap perilaku kecurangan atau fraud.

Kondisi objektif di lapangan menunjukkan bahwa sistem pengendalian di lingkungan Pemkab Bojonegoro masih memerlukan akselerasi. Berdasarkan data yang dipaparkan Inspektur Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, saat ini skor efektivitas daerah berada pada angka 2,9 dari skala 1 hingga 5.

"Angka tersebut menunjukkan bahwa secara administratif dan konektivitas sistem, masih terdapat ruang yang perlu dibenahi agar mencapai predikat terdefinisi pada level 3," kata Gunawan.

Penguatan ini dilakukan melalui pendekatan ganda, yakni perbaikan teknis pada sistem pengendalian intern sekaligus pembangunan budaya organisasi yang lebih terbuka terhadap kritik serta masukan dari publik.(red/toh)

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Trump Naikkan Tarif China: Perang Dagang Dimulai Lagi, Siapa yang Akan Paling Terluka?

Surabaya - Ketegangan perang dagang (trade war) antara Amerika Serikat dan China kembali memanas pada tahun 2025. Situasi ini seperti ...

Infotorial

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

ExxonMobil di Blok Cepu Siap Hadapi Target Produksi 2026

Bojonegoro - Sepanjang 2025, produksi minyak Blok Cepu kembali melampaui target pemerintah. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebagai operator salah satu ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1777444209.4241 at start, 1777444209.5421 at end, 0.11796808242798 sec elapsed