BGN Luruskan Anggaran MBG, Bahan Baku Hanya Rp8.000–Rp10.000 per Porsi
Jumat, 27 Februari 2026 18:00 WIBOleh Tim Redaksi
Nasional – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait besaran anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi sorotan publik. BGN menegaskan bahwa dana sebesar Rp13.000 hingga Rp15.000 per porsi tidak sepenuhnya dialokasikan untuk bahan baku makanan, melainkan mencakup biaya operasional dan insentif mitra.
Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa terdapat pembagian alokasi anggaran yang ketat dalam setiap porsi makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.
"Kami ingatkan kembali anggaran bahan makanan untuk balita, PAUD, TK, RA, serta SD/MI kelas 1-3 itu sebesar Rp8.000 per porsi. Sementara untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanannya sebesar Rp10.000 per porsi," ujar Nanik dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026) lalu.
Rincian biaya operasional dan fasilitas juga dijelaskan oleh Nanik. Sekitar Rp3.000 per porsi dialokasikan untuk biaya operasional, mencakup pembayaran listrik, air, gas, dan internet, insentif untuk relawan pekerja SPPG, guru PIC, dan kader posyandu, biaya operasional kendaraan dan bahan bakar (BBM), pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bagi relawan, serta pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan kebersihan.
Selain itu, terdapat alokasi sebesar Rp2.000 per porsi yang difungsikan sebagai insentif fasilitas, digunakan untuk menyewa lahan, bangunan dapur, gudang, hingga peralatan masak modern seperti steam rice dan mesin cuci ompreng. Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 401.1, asumsi satu SPPG melayani 3.000 penerima manfaat, sehingga mitra penyedia fasilitas mendapatkan nilai sewa/insentif sekitar Rp6 juta per hari.
BGN menyatakan pihaknya tetap terbuka terhadap laporan jika ditemukan indikasi menu MBG yang tidak sesuai dengan standar gizi dan ketentuan anggaran yang telah ditetapkan.
"Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional dan objektif sesuai prosedur pengawasan yang berlaku. Ini penting untuk memastikan Program MBG berjalan sesuai standar," pungkas Nanik.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mengentaskan masalah stunting di Indonesia melalui intervensi gizi secara langsung.(red/toh)
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir




























.md.jpg)


