News Ticker
  • TPS 3R Srawung Makmur Trucuk, Bojonegoro Jadi Pusat Edukasi, Warga Belajar Budidaya Magot dan Olah Kompos
  • Malu Anaknya Hamil di Luar Nikah, Ibu di Balen, Bojonegoro Nekat Aborsi Pakai Obat Tukak Lambung
  • Pantes Budal Volume 6 Sajikan Pertunjukan Seni Reog Malam Nanti
  • Rahmat Junaidi dari Inspektorat Bojonegoro Sabet Penghargaan ASN Inspiratif dan Berintegritas dari BKN
  • Gagal Mendahului di Jalur Balen-Bojonegoro, Pengendara NMax Tewas Usai Adu Banteng dengan Truk
  • Difabel Bojonegoro Pasok Ratusan Komponen Tas Rajut untuk Industri Nasional
  • Ditinggal Pergi, Rumah Warga Dander, Bojonegoro Terbakar
  • Warga Ngraho, Bojonegoro yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Ditemukan Meninggal
  • Seorang Warga Cirebon Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur Tempat Kerjanya di Baureno, Bojonegoro
  • Cari Ikan di Sungai Bengawan Solo, Warga Ngraho, Bojonegoro Dilaporkan Tenggelam
  • Remaja yang Dilaporkan Tenggelam di Sungai Bengawan Solo Kasiman, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air
  • Hendak Menyeberang Sungai Bengawan Solo, Seorang Remaja di Kasiman, Bojonegoro Tenggelam
  • Bojonegoro Bersiap Menuju Panggung Dunia di UNESCO Global Geopark
  • Gubernur Khofifah Dorong Media Siber Ciptakan Jurnalisme Bekualitas
  • Review Infinix Hot 40 Pro, Ponsel Gaming 900 Ribuan dengan Layar 90 FPS yang Gacor
  • Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Perempatan Lisman, Bojonegoro
  • Dilaporkan Hilang, Seorang Nenek di Purwosari, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Momentum Hari Krida Pertanian, Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Jaga Kemandirian Pangan
  • Mobil Xenia Masuk Jurang di Jalur Gondang Bojonegoro, 3 Orang Terluka
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup
  • Pengayuh Sepeda Tewas Ditabrak Pengendara Motor Tak Dikenal di Baureno, Bojonegoro
  • Kantor Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 10,35 Juta Batang Rokok Ilegal
  • Tips Percantik Visual Foto Produk UMKM dengan Memanfaatkan AI
TPS 3R Srawung Makmur Trucuk, Bojonegoro Jadi Pusat Edukasi, Warga Belajar Budidaya Magot dan Olah Kompos

TPS 3R Srawung Makmur Trucuk, Bojonegoro Jadi Pusat Edukasi, Warga Belajar Budidaya Magot dan Olah Kompos

Bojonegoro - Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak.
 
Bertempat di TPS 3R Srawung Makmur, Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Rabu (01/07/2026) digelar Pelatihan Budidaya Magot dan Pengolahan Kompos sebagai bagian dari Gerakan Bersama Pengelolaan Sampah dan Perilaku Hidup Bersih.
 
 
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Desa Trucuk, pengurus bank sampah, pengelola TPS 3R, serta kelompok tani Desa Trucuk. Selain meningkatkan kapasitas peserta dalam mengelola sampah organik, pelatihan juga menjadi wadah berbagi pengalaman untuk mendorong lahirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tingkat desa.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPT TPA Banjarsari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Ira Puspitasari. Turut hadir pula perwakilan ExxonMobil, Tim Alas Institute selaku mitra pelaksana program, Field Indonesia, dan Yayasan Daya Tumbuh Indonesia (YDTI).
 
 

Pelatihan Budidaya Magot dan Pengolahan Kompos di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Rabu (01/07/2026) (Aset: Istimewa)

 

Pelatihan menghadirkan dua narasumber petani pemandu dari Sekolah Lapangan Pertanian, Pasiran. Dia membawakan materi pengolahan kompos. Sedangkan Saiful memandu praktik budidaya magot sebagai solusi pengolahan sampah organik bernilai ekonomi.
 
Kepala Desa Trucuk, Sunoko, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus membuka peluang ekonomi dari limbah organik.
 
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah mendukung kegiatan ini. Harapan kami, ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga pengelolaan sampah di Desa Trucuk semakin baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
 
 
 
Perwakilan ExxonMobil, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia berharap TPS 3R Srawung Makmur dapat terus berkembang menjadi role model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Bojonegoro
 
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha.
 
“Kami berharap TPS 3R Srawung Makmur terus bertumbuh, semakin maju, dan menjadi role model nasiolan pengelolaan sampah yang mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat," katanya.
 
 
 
Sementara itu, Ira Puspitasari dari DLH Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan bahwa tantangan pengelolaan sampah di Bojonegoro masih cukup besar. Saat ini, sekitar 80 hingga 90 ton sampah setiap hari masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga diperlukan upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
 
"Keberadaan TPS 3R sangat penting karena mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Pengelolaan dari sumber merupakan kunci. Bahkan di TPA sendiri, produksi kompos sudah mencapai sekitar 100 hingga 150 kilogram. Jika setiap desa mampu mengolah sampah organiknya, tentu beban TPA akan jauh berkurang," jelasnya.
 
 
 
Perwakilan Alas Institute, Achmad Danial Abidin, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi melalui produksi kompos dan budidaya magot.
 
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga praktik langsung mengenai teknik pembuatan kompos dan budidaya magot, mulai dari persiapan media, pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasilnya.
 
Diharapkan, TPS 3R Srawung Makmur tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga berkembang menjadi pusat edukasi lingkungan yang mampu menginspirasi desa-desa lain dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (red/imm)
 
 
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782894686.3423 at start, 1782894687.2974 at end, 0.95510005950928 sec elapsed