Komunitas Dangdut Bojonegoro Bakal Ajak Goyang Masyarakat di Pantes Budal 7
Jumat, 17 Juli 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali menghadirkan ruang apresiasi bagi insan seni di Bumi Angling Dharma. Memasuki edisi ketujuh, gelaran panggung budaya bertajuk Pantes Budal (Pentas Seni Budaya Lokal) Vol. 7 kali ini bakal dimeriahkan oleh penampilan atraktif dari Komunitas Dangdut Bojonegoro (KDB) pada Sabtu (18/07/2026) malam.
Pertunjukan musik rakyat yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas secara gratis ini dijadwalkan mulai menghentak sejak pukul 19.00 WIB, dengan mengambil lokasi di area halaman Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro. Langkah konkrit ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Bojonegoro dalam memfasilitasi eksistensi komunitas pekerja seni lokal sekaligus menjaga roda pelestarian budaya tetap berputar di era modern.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, menjelaskan bahwa esensi utama dari program Pantes Budal tidak melulu soal memberikan panggung hiburan rekreatif, melainkan menjadi jembatan komunikasi yang mempertemukan langsung masyarakat dengan para pelaku seni daerah.
"Setiap komunitas seni memiliki karakter dan kekhasan masing-masing. Melalui Pantes Budal, kami ingin memberi kesempatan kepada mereka untuk tampil sekaligus memperkenalkan karya kepada masyarakat luas. Kali ini giliran Komunitas Dangdut Bojonegoro yang akan mengisi panggung," ujarnya saat memberikan keterangan resmi.
Lukiswati memaparkan, musik dangdut telah lama mengakar kuat dalam denyut nadi kehidupan keseharian masyarakat Indonesia, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Aliran musik ini dinilai memiliki daya pikat universal yang mampu merangkul berbagai lapisan sosial tanpa sekat, sehingga sangat efektif menjadi media perekat kebersamaan warga.
Lebih dari sekadar pentas olah vokal dan instrumen, kehadiran ribuan penonton yang diprediksi memadati area stadion juga diproyeksikan membawa dampak turunan yang positif pada sektor riil. Konsentrasi massa di area pertunjukan secara otomatis memicu perputaran ekonomi lokal, terutama bagi kelompok pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang melapak di sekitar lokasi kegiatan.
"Melestarikan budaya tidak selalu melalui pertunjukan tradisional. Dangdut juga merupakan bagian dari ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Karena itu, kami berharap masyarakat datang, menikmati pertunjukan, sekaligus memberikan apresiasi kepada para seniman dan UMKM lokal," tambah Lukiswati.
Melalui konsistensi penyelenggaraan Pantes Budal ini, jajaran Disbudpar Bojonegoro menaruh harapan besar agar api kreativitas generasi muda di bidang seni tidak padam dan terus berkembang menelurkan karya-karya baru. Pihak dinas pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berbondong-bondong hadir mengajak keluarga maupun kerabat guna memberikan dukungan moril secara langsung demi keberlangsungan ekosistem seni budaya lokal kebanggaan Bojonegoro.






























