Panen Melon Bersama, Bupati Bojonegoro Ajak Generasi Muda Bangun Pertanian Modern
Jumat, 10 Juli 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono membuka kegiatan Sarasehan Tani Mandiri (SETAMAN) bertajuk "Berkembang Bersama Menuju Desa Agribisnis" yang diselenggarakan komunitas petani muda TANCAB (Petani Cerdas) di Desa Balenrejo, Kecamatan Balen, Kamis (9/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pertanian modern berbasis agribisnis di tingkat desa.
Sebelum sarasehan dimulai, Bupati bersama peserta mengikuti panen melon sebagai simbol keberhasilan budidaya hortikultura yang dikembangkan petani muda setempat. Pada kesempatan itu, Setyo Wahono juga meresmikan prasasti sebagai penanda komitmen pemerintah daerah dalam mendukung modernisasi sektor pertanian di Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kebutuhan terhadap pangan dan kesehatan akan terus meningkat di masa mendatang. Karena itu, menurutnya, keberadaan generasi muda yang tertarik menekuni dunia pertanian menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan daerah.
Ia mengajak para petani muda untuk tidak hanya bergantung pada pola pertanian konvensional, tetapi mulai mengembangkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, salah satunya hortikultura.
"Ke depan kebutuhan utama masyarakat adalah pangan dan kesehatan. Saat ini kita sedang membangun pondasinya agar Bojonegoro mampu mewujudkan swasembada pangan. Kehadiran TANCAB menjadi salah satu pelopor pengembangan hortikultura di daerah ini," ujar Setyo Wahono.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir secara langsung mendengarkan kebutuhan petani. Dengan turun ke lapangan, berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif antara Bupati dan para petani. Sejumlah isu yang mengemuka di antaranya mengenai akses permodalan usaha agribisnis dan penerapan pupuk organik.
Menanggapi kebutuhan pembiayaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong sinergi dengan berbagai lembaga keuangan, termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Direktur Pangan Mandiri, agar petani memperoleh akses modal yang lebih mudah dalam mengembangkan usahanya.
Sementara itu, terkait penggunaan pupuk organik, pemerintah menilai proses peralihan dari pupuk kimia perlu dilakukan secara bertahap melalui edukasi dan pendampingan intensif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas sekaligus memulihkan kesuburan lahan dalam jangka panjang.
Bupati menegaskan bahwa Pemkab Bojonegoro akan terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani, mulai dari aspek produksi hingga pemasaran hasil pertanian, sehingga kesejahteraan petani dapat terus meningkat.
Melalui Sarasehan Tani Mandiri ini, Pemkab Bojonegoro berharap kolaborasi antara petani muda, akademisi, praktisi, dan perangkat daerah semakin solid. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan desa berbasis agribisnis, mendukung terwujudnya swasembada pangan, serta melahirkan petani muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.




























.md.jpg)


