News Ticker
  • Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air
  • Hendak Menyeberang Sungai Bengawan Solo, Seorang Remaja di Kasiman, Bojonegoro Tenggelam
  • Bojonegoro Bersiap Menuju Panggung Dunia di UNESCO Global Geopark
  • Gubernur Khofifah Dorong Media Siber Ciptakan Jurnalisme Bekualitas
  • Review Infinix Hot 40 Pro, Ponsel Gaming 900 Ribuan dengan Layar 90 FPS yang Gacor
  • Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Perempatan Lisman, Bojonegoro
  • Dilaporkan Hilang, Seorang Nenek di Purwosari, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Momentum Hari Krida Pertanian, Pemkab Bojonegoro Perkuat Sinergi Jaga Kemandirian Pangan
  • Mobil Xenia Masuk Jurang di Jalur Gondang Bojonegoro, 3 Orang Terluka
  • Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Resmi Ditutup
  • Pengayuh Sepeda Tewas Ditabrak Pengendara Motor Tak Dikenal di Baureno, Bojonegoro
  • Kantor Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 10,35 Juta Batang Rokok Ilegal
  • Tips Percantik Visual Foto Produk UMKM dengan Memanfaatkan AI
  • Dudy Oris Ajak Nostalgia Penggemar Bojonegoro dengan Lagu Kasih Putih hingga Engkau Masih Anak Sekolah
  • Mayat Laki-laki Asal Cirebon Ditemukan di Tepi Rel Kereta Api Jetak Bojonegoro
  • Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Buka Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026
  • Pertunjukan Reog hingga Tari Warnai Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 Sebelum Resmi Dibuka
  • EMCL dan PDPM Bojonegoro Bekali Guru dan Siswa Menjadi Pionir Literasi Digital
  • Hendak Menyalip, Truk Kontainer Tabrak Truk Trailer di Margomulyo, Bojonegoro
  • Diduga Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Bojonegoro Kota Terbakar
  • Anggaran Jalan Randublatung-Cepu Ditambah Jadi Rp 30 Miliar dan Diusulkan Jadi Jalan Nasional
  • Lantik Dua Kades PAW, Bupati Setyo Wahono Minta Segera Tancap Gas dan Rangkul Semua Elemen
  • Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Seorang Anak di Kasiman, Bojonegoro Ditemukan Meninggal
  • Diduga Serangan Jantung, Warga Malo Meninggal saat Hendak Beli Elpiji di Kalitidu, Bojonegoro
Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air

Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air

Kementerian Kesehatan RI menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran The Lancet Regional Health – Western Pacific Commission on Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional yang berbasis pada bukti ilmiah (evidence-based).

Peluncuran yang digelar di Auditorium J. Leimena, Kantor Kementerian Kesehatan ini menjadi tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Komisi dari rumpun jurnal The Lancet—salah satu jurnal medis paling bergengsi dan berpengaruh di dunia sejak tahun 1823—diprakarsai sekaligus dipimpin bersama (co-chaired) langsung oleh para ahli dan ilmuwan terkemuka asal Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian gemilang para peneliti dalam negeri ini. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memaksimalkan momentum transformasi digital serta riset global ini guna menyusun rekomendasi kebijakan jangka panjang menuju 100 tahun kemerdekaan RI.

“Kita patut bangga bahwa Indonesia kini melahirkan komisi jurnal Lancet pertama yang dipimpin putra-putri bangsa. Ini menunjukkan kematangan ekosistem riset kita, dan pemerintah menyambut serta mengajak seluruh mitra untuk bersama mewujudkan visi kesehatan 2045,” ungkap Menkes Budi.

Menkes menambahkan, pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus modal penting untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap). Jendela peluang bonus demografi yang terbatas pada periode 2030–2035 harus dioptimalkan lewat kebijakan yang tepat sasaran.

“Tidak mungkin kita menghasilkan masyarakat yang produktif dan berpendapatan tinggi jika mereka tidak pintar dan tidak sehat. Karena itu, tugas Kementerian Kesehatan adalah membangun manusia Indonesia yang sehat sejak dalam kandungan hingga usia lanjut. Saya berharap para peneliti dapat membantu kami menyediakan data dan bukti ilmiah yang kuat untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan-kebijakan yang kami jalankan,” urai Menkes Budi.

Sebagai informasi, pemerintah sendiri telah menetapkan sasaran strategis dalam RPJMN 2025–2029, termasuk target meningkatkan angka harapan hidup menjadi 76 tahun dan harapan hidup sehat menjadi 65 tahun melalui penguatan enam pilar transformasi kesehatan di lapangan.

Pada kesempatan yang sama, Founding Co-Chair Komisi Lancet Regional Health – Western Pacific, Dr. Sandersan Onie, menegaskan bahwa kehadiran komisi ini mengemban misi kemanusiaan untuk memastikan realitas serta keberhasilan sistem kesehatan di berbagai daerah pelosok Indonesia terdokumentasi dan diakui secara global.

“Komisi ini pada akhirnya tentang satu hal: memastikan masyarakat termiskin, terpencil, dan paling terpinggirkan di negeri ini dapat menjangkau layanan kesehatan yang bermutu dan bermartabat pada 2045 — dan memastikan realitas mereka terlihat dalam bukti yang membentuk pedoman kesehatan dunia,” tegas Dr. Sandersan.

Apresiasi tinggi juga datang dari Editor-in-Chief The Lancet Regional Health – Western Pacific, Dr. Jie Cai. Ia menilai langkah proaktif Indonesia dalam menentukan arah kebijakan kesehatannya secara mandiri lewat kekuatan riset lokal merupakan sebuah pencapaian kepemimpinan yang luar biasa.

“Menjadi salah satu dari sedikit Komisi yang dipimpin oleh co-chair sebuah negara merupakan pengakuan atas kepemimpinan Indonesia dalam menentukan masa depan kesehatannya sendiri. Komisi ini akan menggabungkan keahlian nasional dan internasional untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang melahirkan kebijakan berkeadilan,” tutur Dr. Jie Cai.

Lewat peluncuran ini, Kementerian Kesehatan berharap rekomendasi konkrit dari Komisi Lancet dapat memicu keberanian seluruh pemangku kepentingan untuk mendesain ulang sistem kesehatan masa depan yang inklusif, adil, dan bermartabat hingga ke pelosok pulau terjauh demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kebijakan berbasis data ilmiah adalah fondasi utama mewujudkan masyarakat yang sehat. Kebanggaan ini diharapkan mampu melecut semangat peningkatan mutu layanan kesehatan di seluruh penjuru negeri, tak terkecuali bagi masyarakat di pelosok pedesaan Kabupaten Bojonegoro.

Editor: Mohamad Tohir

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Menjadi "Raksasa" yang Lupa Cara Jadi Manusia

Pernahkah Anda merasa paling benar setelah memenangkan debat di kolom komentar? Atau merasa paling sukses saat melihat angka di saldo ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1782195918.7468 at start, 1782195920.8983 at end, 2.1515619754791 sec elapsed