Kemenkes Dukung Peluncuran Komisi Jurnal Lancet Pertama Garapan Ilmuwan Tanah Air
Selasa, 23 Juni 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kementerian Kesehatan RI menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran The Lancet Regional Health – Western Pacific Commission on Reimagining Healthcare in Indonesia for 2045. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional yang berbasis pada bukti ilmiah (evidence-based).
Peluncuran yang digelar di Auditorium J. Leimena, Kantor Kementerian Kesehatan ini menjadi tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Komisi dari rumpun jurnal The Lancet—salah satu jurnal medis paling bergengsi dan berpengaruh di dunia sejak tahun 1823—diprakarsai sekaligus dipimpin bersama (co-chaired) langsung oleh para ahli dan ilmuwan terkemuka asal Indonesia.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian gemilang para peneliti dalam negeri ini. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memaksimalkan momentum transformasi digital serta riset global ini guna menyusun rekomendasi kebijakan jangka panjang menuju 100 tahun kemerdekaan RI.
“Kita patut bangga bahwa Indonesia kini melahirkan komisi jurnal Lancet pertama yang dipimpin putra-putri bangsa. Ini menunjukkan kematangan ekosistem riset kita, dan pemerintah menyambut serta mengajak seluruh mitra untuk bersama mewujudkan visi kesehatan 2045,” ungkap Menkes Budi.
Menkes menambahkan, pembangunan manusia yang sehat dan berkualitas merupakan kunci utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus modal penting untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap). Jendela peluang bonus demografi yang terbatas pada periode 2030–2035 harus dioptimalkan lewat kebijakan yang tepat sasaran.
“Tidak mungkin kita menghasilkan masyarakat yang produktif dan berpendapatan tinggi jika mereka tidak pintar dan tidak sehat. Karena itu, tugas Kementerian Kesehatan adalah membangun manusia Indonesia yang sehat sejak dalam kandungan hingga usia lanjut. Saya berharap para peneliti dapat membantu kami menyediakan data dan bukti ilmiah yang kuat untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan-kebijakan yang kami jalankan,” urai Menkes Budi.
Sebagai informasi, pemerintah sendiri telah menetapkan sasaran strategis dalam RPJMN 2025–2029, termasuk target meningkatkan angka harapan hidup menjadi 76 tahun dan harapan hidup sehat menjadi 65 tahun melalui penguatan enam pilar transformasi kesehatan di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Founding Co-Chair Komisi Lancet Regional Health – Western Pacific, Dr. Sandersan Onie, menegaskan bahwa kehadiran komisi ini mengemban misi kemanusiaan untuk memastikan realitas serta keberhasilan sistem kesehatan di berbagai daerah pelosok Indonesia terdokumentasi dan diakui secara global.
“Komisi ini pada akhirnya tentang satu hal: memastikan masyarakat termiskin, terpencil, dan paling terpinggirkan di negeri ini dapat menjangkau layanan kesehatan yang bermutu dan bermartabat pada 2045 — dan memastikan realitas mereka terlihat dalam bukti yang membentuk pedoman kesehatan dunia,” tegas Dr. Sandersan.
Apresiasi tinggi juga datang dari Editor-in-Chief The Lancet Regional Health – Western Pacific, Dr. Jie Cai. Ia menilai langkah proaktif Indonesia dalam menentukan arah kebijakan kesehatannya secara mandiri lewat kekuatan riset lokal merupakan sebuah pencapaian kepemimpinan yang luar biasa.
“Menjadi salah satu dari sedikit Komisi yang dipimpin oleh co-chair sebuah negara merupakan pengakuan atas kepemimpinan Indonesia dalam menentukan masa depan kesehatannya sendiri. Komisi ini akan menggabungkan keahlian nasional dan internasional untuk menghasilkan rekomendasi berbasis bukti yang melahirkan kebijakan berkeadilan,” tutur Dr. Jie Cai.
Lewat peluncuran ini, Kementerian Kesehatan berharap rekomendasi konkrit dari Komisi Lancet dapat memicu keberanian seluruh pemangku kepentingan untuk mendesain ulang sistem kesehatan masa depan yang inklusif, adil, dan bermartabat hingga ke pelosok pulau terjauh demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Kebijakan berbasis data ilmiah adalah fondasi utama mewujudkan masyarakat yang sehat. Kebanggaan ini diharapkan mampu melecut semangat peningkatan mutu layanan kesehatan di seluruh penjuru negeri, tak terkecuali bagi masyarakat di pelosok pedesaan Kabupaten Bojonegoro.
Editor: Mohamad Tohir




























.md.jpg)


