Penerimaan DBH SDA Bojonegoro Tahap III Tahun 2026 Tembus Rp 377,16 Miliar
Rabu, 22 Juli 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro kembali mendapat suntikan dana segar dari pemerintah pusat. Hingga penyaluran tahap III tahun 2026, realisasi penerimaan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) Bojonegoro dilaporkan telah menembus angka Rp 377,16 miliar.
Penerimaan sektor bagi hasil tersebut berasal dari kombinasi komoditas minyak dan gas bumi (migas) serta beberapa sektor non-migas.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro Yusnita Liasari menyampaikan bahwa seluruh dana penyaluran tahap ketiga tersebut telah resmi masuk ke rekening kas daerah.
"Penyaluran Tahap III telah masuk ke kas daerah dengan total akumulasi mencapai Rp 377,16 miliar. Penyaluran ini mencakup DBH Migas serta non-migas," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Yusnita Liasari, Selasa (21/7/2026).
Jika dirinci berdasarkan komponennya, penerimaan terbesar masih disumbang oleh sektor minyak bumi yang mencatatkan angka Rp 367,860 miliar. Selanjutnya dari sektor pengusahaan panas bumi masuk sebesar Rp 9,213 miliar, disusul gas bumi senilai Rp 8,551 miliar. Sementara untuk sektor non-migas lainnya mencakup royalti mineral dan batu bara senilai Rp 399,79 juta, sektor kehutanan atau PSDH sebesar Rp 247,53 juta, serta sektor perikanan menyumbang Rp 100,96 juta.
Pencapaian tersebut terus merangkak mendekati target penerimaan DBH SDA Bojonegoro sepanjang tahun anggaran 2026. Pemerintah pusat sebelumnya telah menetapkan target alokasi bagi hasil untuk Bojonegoro sebesar Rp 935,665 miliar untuk minyak bumi, Rp 9,213 miliar untuk panas bumi, serta Rp 5,363 miliar dari sektor gas bumi. Adapun target non-migas mencakup royalti mineral dan batu bara senilai Rp 999,49 juta, sektor kehutanan Rp 618,83 juta, dan perikanan sebesar Rp 252,40 juta.
Mengenai kelanjutan proses transfer anggaran dari pusat, pihak Bapenda Bojonegoro memastikan bakal mengawal ketat penyaluran pada tahap berikutnya. Koordinasi intensif terus dilangsungkan agar alokasi yang tersisa bisa ditransfer tepat waktu.
Yusnita menambahkan, pihak Bapenda Kabupaten Bojonegoro akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan penyaluran DBH SDA pada tahap-tahap berikutnya dapat berjalan optimal sesuai dengan jadwal dan target yang telah ditetapkan. Realisasi dana transfer ini, kata dia, menjadi instrumen penting dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan program prioritas daerah di Kabupaten Bojonegoro.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir































