Cegah Nyeri Perut, Dokter Gizi Ingatkan Batas Toleransi Telat Makan dan Bahaya Asam Lambung
Senin, 31 Agustus 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kebiasaan menunda atau mengubah jam makan kerap dialami oleh masyarakat dengan mobilitas dan rutintas pekerjaan yang tinggi. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan pentingnya menjaga ritme jam makan harian karena organ pencernaan manusia memproduksi asam secara alami berdasarkan kebiasaan waktu makan.
Menurut dr Yaze, ketika seseorang terbiasa makan pada jam tertentu namun menundanya, asam lambung akan tetap diproduksi dan berisiko mengikis dinding lambung karena tidak ada makanan yang dicerna. Kondisi inilah yang menjadi pemicu utama timbulnya rasa nyeri perih, terutama bagi penderita gastritis maupun Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
"Asam lambung itu memang punya jam-jamnya kapan harus keluar atau harus banyak. Ketika kita terbiasa makan jam 12, tiba-tiba terlambat jadi jam 3, di jam 12 itu asam lambung memang sudah muncul. Ketika harusnya makan tapi enggak ada makanan, akhirnya yang dia olah itu dinding lambungnya, makanya jadi nyeri," terang dr Yaze saat live TikTok detikHealth, Kamis (20/08/2026).
dr Yaze turut membeberkan tiga batasan toleransi pergeseran waktu makan yang perlu diperhatikan masyarakat:
- Toleransi Ideal (30 Menit): Keterlambatan sekitar 30 menit masih tergolong aman dan minim risiko memicu rasa tidak nyaman berlebih pada perut.
- Batas Maksimal (1 Jam): Keterlambatan hingga satu jam masih dapat ditoleransi tubuh, meski biasanya perut mulai terasa perih dan fokus berkurang.
- Bahaya Lebih dari 1 Jam: Keterlambatan melebihi satu jam membuat kadar asam lambung menumpuk terlalu tinggi. Saat makanan baru masuk, perut justru akan terasa semakin perih, kembung, dan tidak nyaman.
Untuk mengatasi situasi darurat seperti rapat berkepanjangan atau pekerjaan padat, dr Yaze menyarankan masyarakat untuk selalu membawa bekal camilan sehat.
"Biasanya saya menyarankan pasien tetap bekal, misalnya pisang atau jeruk. Jadi harus ada yang dikunyah sebelum sampai ke tempat makan, supaya asam lambungnya tidak menyerang dinding lambung kita," tuturnya.
Menerapkan disiplin jam makan serta mengonsumsi kudapan sehat di tengah kesibukan menjadi langkah preventif krusial untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan jangka panjang.
Editor: Mohamad Tohir































