Sosialisasikan Sistem Desil DTSEN, Anggota DPRD Bojonegoro Natasha Devianti Imbau Warga Rutin Pemutakhiran Data
Selasa, 25 Agustus 2026 19:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PDI Perjuangan, Natasha Devianti, memanfaatkan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 untuk menyerap aspirasi konstituen sekaligus mensosialisasikan kebijakan penyaluran beasiswa dan bantuan sosial (bansos).
Pemkab Bojonegoro kini menetapkan pengelompokan tingkat kesejahteraan berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penyaluran bantuan.
"Tujuan reses ini agar kita mendengar langsung aspirasi warga. Sekaligus saya sampaikan informasi penting, bahwa sekarang bantuan pendidikan dan bansos menggunakan data desil agar lebih tepat sasaran," ujar Natasha.
Dalam pertemuan tersebut, Natasha menjelaskan bahwa skema desil (skala 1 sampai 10) diterapkan agar program bantuan pendidikan dan sosial tepat sasaran serta menjangkau warga yang membutuhkan. Natasya merinci, desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat dari skala 1 sampai 10.
Berdasarkan data DTSEN, Desil 1 hingga 4 termasuk kelompok prioritas utama penerima berbagai jenis bantuan sosial termasuk Program Keluarga Harapan / PKH yang fokus pada akses pendidikan dan kesehatan. Juga beasiswa untuk anak kurang mampu juga diprioritaskan dari kelompok ini.
Adapun Desil 1 hingga 5, termasuk kelompok masyarakat tidak mampu yang iuran Jaminan Kesehatannya ditanggung pemerintah/PBI-JK, serta berpotensi mendapat program bansos lainnya.
“Dengan skema ini, penyaluran beasiswa dan bantuan tidak lagi salah sasaran. Yang paling membutuhkan akan lebih dulu kita dahulukan,” tegasnya.
Natasha mengimbau masyarakat untuk aktif memperbarui data ekonomi keluarga melalui tingkatan desa hingga kecamatan setiap tiga bulan sekali.
Sebagai wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan, Natasha menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memastikan implementasi program pendidikan serta kesehatan berbasis desil ini berjalan transparan dan berkeadilan demi menekan angka kemiskinan di Bojonegoro.































