Inovatif, Petani asal Balen Bojonegoro Kembangkan Pertanian Terpadu di Lahan Sempit
Rabu, 19 Agustus 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Seorang petani Bojonegoro ini membuktikan bahwa inovasi dan kreativitas bisa memecah kebuntuan di tengah keterbatasan lahan. Abdul Mukarrom, warga Dusun Kedungrejo, Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro ini berhasil mengubah lahan seluas sekitar 1.400 meter persegi menjadi ladang bertingkat yang mampu menghasilkan beragam komoditas sekaligus.
Selama tujuh tahun terakhir, pria yang akrab disapa Mbah Dul ini konsisten mengembangkan Integrated Farming System (IFS) atau Sistem Pertanian Terpadu. Melalui konsep tersebut, setiap sudut ruang di lahannya dimanfaatkan secara maksimal.
Pada lapisan pertama diterapkan budidaya ikan nila melalui sistem mina padi, lalu di atasnya tumbuh tanaman padi sebagai komoditas pangan utama. Lapisan berikutnya dimanfaatkan untuk budidaya melon, sedangkan di sepanjang pematang ditanami jambu kristal yang memberikan nilai tambah ekonomi.
“Semua kita manfaatkan. Jangan sampai ada ruang yang kosong dan tidak menghasilkan,” ujar Mbah Dul saat menjelaskan konsep pertanian yang dikembangkannya.
Tak berhenti di situ, Mbah Dul memiliki mimpi besar membangun pertanian terpadu hingga "tujuh lantai". Dari empat lapisan yang sudah terwujud, ia merancang lantai kelima untuk peternakan, lantai keenam sebagai pusat pelatihan petani, dan lantai ketujuh sebagai pusat pemasaran hasil pertanian dalam satu kawasan terintegrasi.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro Zaenal Fanani saat meninjau lokasi pada Rabu (06/08/2026) lalu. Zaenal menilai ide kreatif Mbah Dul menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menciptakan sektor pertanian yang produktif.
"Mbah Dul membuktikan bahwa lahan yang tidak terlalu luas pun dapat memberikan hasil yang optimal apabila dikelola dengan inovatif. Sistem pertanian terpadu mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, diversifikasi hasil panen, serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani," ungkap Zaenal Fanani.































