Gandeng ISI Surakarta, Dekranasda Bojonegoro Susun Kajian Akademis dan Motif Pakem Batik Daerah
Rabu, 12 Agustus 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro terus berupaya memperkuat eksistensi dan identitas Batik Bojonegoro sebagai warisan budaya lokal dengan menjalin kerja sama strategis bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Sinergi antarlembaga ini ditujukan untuk merumuskan kajian akademis komprehensif yang mencakup penguatan identitas visual, perumusan nilai filosofis di setiap motif batik, hingga program peningkatan kapasitas bagi para perajin lokal.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menjelaskan bahwa langkah ini menjadi fondasi utama dalam membangun identitas Batik Bojonegoro agar memiliki pijakan ilmiah serta akademis yang solid.
"Ini baru langkah awal untuk menyusun kajian secara akademis mengenai Batik Bojonegoro. Kajian tersebut meliputi penguatan identitas visual hingga penyusunan filosofi pada masing-masing motif batik yang ada," ujarnya, Selasa (11/08/2026).
Ia menambahkan, pendokumentasian ini nantinya akan diselaraskan dengan program pemberdayaan serta pendampingan langsung kepada para pelaku industri kreatif batik di wilayah Bojonegoro.
"Harapan kami sangat besar, terutama untuk peningkatan kapasitas para pengrajin batik di Bojonegoro. Mudah-mudahan mereka dapat memperoleh pelatihan, pendampingan, hingga proses kurasi desain maupun bentuk pengembangan lainnya yang akan memperkuat daya saing batik Bojonegoro," tambahnya.
Saat ini tercatat ada sekitar 40 perajin batik di Bojonegoro yang aktif berproduksi. Melalui kajian ini, seluruh perajin diharapkan memiliki acuan dasar yang sama ketika mengeksplorasi motif-motif baru tanpa menghilangkan karakter khas daerah.
Salah satu pengrajin batik Bojonegoro, Lukdianto, menyambut positif kunjungan kerja Pemkab Bojonegoro bersama para perajin ke kampus ISI Surakarta pada Selasa lalu. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk respons atas aspirasi perajin yang mendambakan hadirnya motif pakem.
"Harapan kami, motif pakem Batik Bojonegoro nantinya dapat menjadi acuan dan selalu dimunculkan dalam setiap pengembangan motif-motif baru yang dihasilkan oleh para perajin batik di Bojonegoro," ungkap Lukdianto.
Dari pihak akademisi, Rektor ISI Surakarta Dr. Bondet Wrahatnala menilai Bojonegoro menyimpan potensi kearifan lokal yang sangat kaya untuk ditransformasikan ke dalam ragam karya seni rupa, khususnya seni batik.
"Bojonegoro memiliki kearifan lokal yang dapat diterjemahkan dalam bentuk visual pada motif batik maupun karya seni lainnya. Dengan demikian, identitas Bojonegoro tidak hanya melekat secara visual, tetapi juga hidup dalam budaya keseharian masyarakat," jelasnya.
Melalui integrasi peran pemerintah daerah, institusi pendidikan tinggi, dan para perajin di lapangan, Batik Bojonegoro diharapkan tidak sekadar hadir sebagai produk ekonomi kreatif semata, melainkan juga tumbuh sebagai wadah pelestarian nilai sejarah serta jati diri daerah di tingkat nasional maupun internasional.































