Perkuat Gayatri dan Tekan Anak Tidak Sekolah, TP PKK Bojonegoro Gelar Kunjungan Kerja Terpadu di Ngambon
Kamis, 06 Agustus 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus mengintensifkan sosialisasi berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan turun langsung ke desa-desa. Langkah ini diwujudkan guna memperkuat pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) sekaligus mempercepat pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Upaya tersebut tampak saat Penjabat Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menghadiri Kunjungan Kerja Terpadu yang digelar di Desa Kawangmangu, Kecamatan Ngambon pada Rabu (05/08/2026).
“Program Gayatri itu sifatnya bantuan 54 ekor ayam, sedangkan pengembangan Gayatri merupakan program unggulan PKK. Kami berharap setiap keluarga memiliki sekitar tujuh ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun saya yakin bapak dan ibu di sini sebagian besar sudah memiliki ayam petelur," ujar Cantika Wahono.
Menurutnya, keberlanjutan program Gayatri diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan melalui pemeliharaan ayam petelur secara mandiri.
Selain itu, Cantika juga mengingatkan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan pencapaian penurunan angka stunting di Kabupaten Bojonegoro. Meskipun posisi Bojonegoro di tingkat Provinsi Jawa Timur sudah berada pada tren yang sangat baik, seluruh jajaran diminta tidak boleh lengah dan terus melakukan aksi pencegahan secara berkesinambungan.
"Stunting Bojonegoro di tingkat Jawa Timur sudah bagus, namun jangan sampai lengah. Ini harus terus kita tekan. Begitu juga dengan anak tidak sekolah,” tegas Cantika.
Ia menambahkan, masalah anak tidak sekolah kerap dipicu oleh situasi di mana orang tua harus bekerja di luar kota. Oleh karena itu, penting untuk membangun komunikasi yang intensif antara pihak keluarga dan sekolah.
"Jika ada satu anak yang kembali bersekolah, berarti kita telah menyelamatkan satu masa depan. Saya optimistis dua program unggulan ini bisa berjalan dengan baik. Semoga pengorbanan dan dedikasi bapak ibu semua menjadi keberkahan dan amal jariyah," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, memaparkan data bahwa hingga 29 Juli 2026 masih tercatat sebanyak 5.199 Anak Tidak Sekolah (ATS) usia sekolah di Kabupaten Bojonegoro. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar hak pendidikan setiap anak dapat terpenuhi.
"Pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat, karena pendidikan merupakan hak seluruh anak Bojonegoro,” ungkap Agus.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro sangat berharap para generasi muda daerah dapat melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi melalui ketersediaan berbagai program beasiswa daerah.
“Wajib belajar kita 13 tahun. Jangan sampai ada anak putus sekolah karena dalam agama pun mencari ilmu hukumnya wajib. Bagi anak yang mengalami kesulitan mengakses pendidikan, Dinas Pendidikan siap memberikan fasilitasi karena itu merupakan kewajiban kami," tegas Agus.
Rangkaian agenda Kunjungan Kerja Terpadu di Desa Kawangmangu ini turut diwarnai dengan penyerahan bantuan sosial kepada kalangan lansia, balita, remaja putri, dan ibu hamil. Rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pelayanan Posyandu, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), titik pengembangan program Gayatri, hingga pendampingan warga disabilitas.
Salah seorang warga penerima bantuan dari RT 3 Desa Kawangmangu, Tamirah, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas perhatian Pemkab Bojonegoro yang hadir langsung di tengah warga.
"Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Saya juga senang bisa bertemu langsung dengan Ibu Cantika Wahono beserta rombongan," ucap Tamirah.
Melalui giat kunjungan kerja terpadu yang terus digulirkan secara masif hingga ke pelosok desa, TP PKK Kabupaten Bojonegoro bersama jajaran dinas terkait menaruh harapan besar agar program Gayatri dapat merekah di tiap rumah tangga serta angka penanganan anak tidak sekolah terus berangsur turun demi mewujudkan SDM Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan mandiri.































