News Ticker
  • Waspada Early-Onset Cancer, Kasus Kanker pada Dewasa Muda Terus Melonjak di Berbagai Negara
  • Perkuat Gayatri dan Tekan Anak Tidak Sekolah, TP PKK Bojonegoro Gelar Kunjungan Kerja Terpadu di Ngambon
  • Respons Cepat Laporan Warga, Pemkab Bojonegoro Hentikan Aktivitas Galian Tanah Tanpa Izin di Trucuk
  • Sinergi Lindungi Remaja, Bojonegoro Ubah Tantangan ‘Cyberbullying’ Jadi Gerakan Digital Sehat
  • 6 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca di Bojonegoro 6 Agustus 2026
  • Bantuan CSR Jumbo dan Bibit Ternak Gratis Bakal Digelontorkan untuk 4.000 Petani Hutan Blora
  • Umbi Kimpul Jadi Sorotan Netizen, Dokter Gizi Ungkap Manfaat Sekaligus Kelompok yang Harus Membatasi
  • Pemprov Jatim Gandeng Maroko Perkuat Kerja Sama Strategis Mulai Perdagangan hingga Smart City
  • Warga Kesongo Kedungadem Bersemangat Ikuti Senam Line Dance Bersama Satgas TMMD dan Dinpora
  • Faiz Jundan, Siswa SLB Negeri Gunungsari Baureno yang Wakili Jatim di Ajang LKS Diksus Nasional
  • Pemkab Bojonegoro Dorong Siswa Bijak dan Kritis Manfaatkan Teknologi AI
  • 05 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca 5 Agustus 2026 di Bojonegoro
  • Pemkab Blora dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Resmi Jalin Kerja Sama Pembangunan Daerah
  • Kisah Sukses Aringga Bayu Puspita, Pemuda Kepohbaru Kembangkan Usaha Aqiqah Hingga Luar Daerah
  • Pemprov Jatim Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
  • Bahaya Konsumsi Mi Instan Berlebih: Tinggi Natrium dan Berpotensi Picu Hipertensi
  • Memperkuat Tata Kelola Organisasi, DWP Bojonegoro Selaraskan Program Kerja dengan Pemerintah Daerah
  • Geliat Ekonomi Desa Kaliombo Berpacu Lewat Budidaya Ayam Petelur dan Pakan Mandiri
  • 4 Agustus dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 4 Agustus 2026
  • Kecelakaan Beruntun Tiga Motor di Trucuk Bojonegoro, Satu Pengendara Meninggal Dunia
  • PDM Bojonegoro Terima Hibah Rp5,5 Miliar APBD untuk Pembangunan Kantor Permanen
Perkuat Gayatri dan Tekan Anak Tidak Sekolah, TP PKK Bojonegoro Gelar Kunjungan Kerja Terpadu di Ngambon

Perkuat Gayatri dan Tekan Anak Tidak Sekolah, TP PKK Bojonegoro Gelar Kunjungan Kerja Terpadu di Ngambon

Bojonegoro - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus mengintensifkan sosialisasi berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan turun langsung ke desa-desa. Langkah ini diwujudkan guna memperkuat pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) sekaligus mempercepat pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS).

Upaya tersebut tampak saat Penjabat Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menghadiri Kunjungan Kerja Terpadu yang digelar di Desa Kawangmangu, Kecamatan Ngambon pada Rabu (05/08/2026).

“Program Gayatri itu sifatnya bantuan 54 ekor ayam, sedangkan pengembangan Gayatri merupakan program unggulan PKK. Kami berharap setiap keluarga memiliki sekitar tujuh ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun saya yakin bapak dan ibu di sini sebagian besar sudah memiliki ayam petelur," ujar Cantika Wahono.

Menurutnya, keberlanjutan program Gayatri diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan melalui pemeliharaan ayam petelur secara mandiri.

Selain itu, Cantika juga mengingatkan pentingnya mempertahankan dan meningkatkan pencapaian penurunan angka stunting di Kabupaten Bojonegoro. Meskipun posisi Bojonegoro di tingkat Provinsi Jawa Timur sudah berada pada tren yang sangat baik, seluruh jajaran diminta tidak boleh lengah dan terus melakukan aksi pencegahan secara berkesinambungan.

"Stunting Bojonegoro di tingkat Jawa Timur sudah bagus, namun jangan sampai lengah. Ini harus terus kita tekan. Begitu juga dengan anak tidak sekolah,” tegas Cantika.

Ia menambahkan, masalah anak tidak sekolah kerap dipicu oleh situasi di mana orang tua harus bekerja di luar kota. Oleh karena itu, penting untuk membangun komunikasi yang intensif antara pihak keluarga dan sekolah.

"Jika ada satu anak yang kembali bersekolah, berarti kita telah menyelamatkan satu masa depan. Saya optimistis dua program unggulan ini bisa berjalan dengan baik. Semoga pengorbanan dan dedikasi bapak ibu semua menjadi keberkahan dan amal jariyah," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, memaparkan data bahwa hingga 29 Juli 2026 masih tercatat sebanyak 5.199 Anak Tidak Sekolah (ATS) usia sekolah di Kabupaten Bojonegoro. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar hak pendidikan setiap anak dapat terpenuhi.

"Pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat, karena pendidikan merupakan hak seluruh anak Bojonegoro,” ungkap Agus.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro sangat berharap para generasi muda daerah dapat melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi melalui ketersediaan berbagai program beasiswa daerah.

“Wajib belajar kita 13 tahun. Jangan sampai ada anak putus sekolah karena dalam agama pun mencari ilmu hukumnya wajib. Bagi anak yang mengalami kesulitan mengakses pendidikan, Dinas Pendidikan siap memberikan fasilitasi karena itu merupakan kewajiban kami," tegas Agus.

Rangkaian agenda Kunjungan Kerja Terpadu di Desa Kawangmangu ini turut diwarnai dengan penyerahan bantuan sosial kepada kalangan lansia, balita, remaja putri, dan ibu hamil. Rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pelayanan Posyandu, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), titik pengembangan program Gayatri, hingga pendampingan warga disabilitas.

Salah seorang warga penerima bantuan dari RT 3 Desa Kawangmangu, Tamirah, menyampaikan rasa haru dan apresiasinya atas perhatian Pemkab Bojonegoro yang hadir langsung di tengah warga.

"Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Saya juga senang bisa bertemu langsung dengan Ibu Cantika Wahono beserta rombongan," ucap Tamirah.

Melalui giat kunjungan kerja terpadu yang terus digulirkan secara masif hingga ke pelosok desa, TP PKK Kabupaten Bojonegoro bersama jajaran dinas terkait menaruh harapan besar agar program Gayatri dapat merekah di tiap rumah tangga serta angka penanganan anak tidak sekolah terus berangsur turun demi mewujudkan SDM Bojonegoro yang sehat, cerdas, dan mandiri.

Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1785992730.8361 at start, 1785992731.1846 at end, 0.34849810600281 sec elapsed