Pemkab Bojonegoro Gandeng Universitas Brawijaya Dorong Inovasi Peternakan Berkelanjutan
Minggu, 02 Agustus 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan sektor peternakan daerah. Salah satu langkah konkrit tersebut diwujudkan melalui kegiatan Expo Teknologi Tepat Guna Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata 2026 Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya yang digelar di GOR Utama Dander pada Kamis (30/07/2027) lalu.
Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro ini mengusung tema Penguatan Kapasitas Peternak Rakyat melalui Pendekatan Terpadu untuk Mewujudkan Desa Sejahtera, Mandiri, dan Inovatif Berbasis Peternakan Berkelanjutan. Pameran ini menampilkan berbagai karya inovasi yang telah diterapkan secara langsung di desa-desa lokasi KKN.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya, para camat, kepala desa lokasi KKN, dosen pembimbing, perwakilan kelompok tani ternak, hingga siswa SMKN 4 Bojonegoro Jurusan Peternakan.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dengan akademisi merupakan strategi penting dalam mempercepat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
"Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Universitas Brawijaya tidak hanya berlangsung pada sektor peternakan. Saat ini, kedua pihak juga menjalin kolaborasi di sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro secara menyeluruh," ujar Setyo Wahono.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Elfia Nuraini menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan tahun ini difokuskan pada para peternak Gayatri atau Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri serta program Domba Kesejahteraan.
"Mahasiswa telah menghadirkan sebanyak 17 inovasi di bidang peternakan. Berbagai inovasi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi peternak dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan," jelas Elfia Nuraini.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya Prof Halim Natsir turut mengapresiasi karya mahasiswa yang dikembangkan melalui pendekatan sederhana namun sangat efektif bagi masyarakat desa.
"Seluruh inovasi dan teknologi yang dipamerkan akan melalui proses penilaian. Hasil terbaik diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik semata, melainkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan masyarakat sehingga memberi manfaat yang lebih luas," ungkap Prof Halim Natsir.
Melalui penyelenggaraan expo ini, inovasi yang lahir dari dunia kampus diharapkan dapat terus diterapkan oleh peternak rakyat secara efisien dan berkelanjutan demi mendukung pembangunan ekonomi desa di Kabupaten Bojonegoro.






























