Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Bakal Gelar Doa dan Zikir Kebangsaan Lintas Agama di Monas
Selasa, 28 Juli 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Kementerian Agama Republik Indonesia bakal menggelar Doa dan Zikir Kebangsaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda berskala nasional di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara tersebut diproyeksikan bakal menghadirkan sekitar 100 ribu warga di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).
Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa perhelatan ini dirancang sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang bangsa Indonesia sekaligus memohon perlindungan Tuhan dalam mengisi kemerdekaan.
"Delapan puluh satu tahun membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak dan tetap berdiri kuat. Doa dan zikir kebangsaan ini sebagai rasa syukur kita, sekaligus memohon perlindungan untuk terus melangkah bersama mengisi kemerdekaan ini," ujar Kamaruddin Amin di Jakarta pada Senin (27/07/2026) kemarin.
Kamaruddin menekankan pentingnya mengiringi setiap ikhtiar pembangunan bangsa menuju cita-cita Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur dengan landasan doa. Ia merinci bahwa peserta yang akan memadati kawasan Monas terdiri dari beragam elemen masyarakat, mulai dari santri, pelajar, mahasiswa, para guru, tokoh agama, perwakilan organisasi kemasyarakatan, hingga jajaran ASN lintas kementerian dan lembaga.
"Kami berharap kegiatan ini juga dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari rumah masing-masing," lanjutnya.
Rangkaian acara nantinya diisi dengan perpaduan doa dari para pemuka lintas agama serta penampilan paduan suara. Selain itu, panggung zikir juga akan diwarnai pembacaan shalawat yang dipimpin langsung oleh Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad selaku Ketua Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang visualisasi kerukunan hidup berbangsa dalam bingkai kebinekaan.
"Momentum ini menghadirkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. Berbeda keyakinan dan tradisi, tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada bangsa dan negara," tutur Abu Rokhmad.
Melalui perjumpaan tersebut, pihak Kemenag berharap momen doa bersama ini sanggup memantik energi positif bagi seluruh elemen warga untuk memelihara persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, serta melangkah bersama menciptakan iklim bangsa yang harmonis.





























