Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Hong Kong Catatkan Transaksi Komitmen Fantastis Rp 1,20 Triliun
Senin, 27 Juli 2026 14:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Misi Dagang dan Investasi yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hong Kong membuahkan hasil manis dengan mencatatkan kesepakatan transaksi final bernilai fantastis mencapai Rp 12,03 triliun. Ajang bertajuk East Java Trade and Investment Forum 2026 ini berlangsung di Regal Hotel Hong Kong pada Kamis (23/07/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung pelaksanaan misi dagang internasional yang diikuti sekitar 100 peserta dari delegasi Pemprov Jatim, jajaran KJRI Hong Kong, pelaku usaha daerah, hingga calon pembeli serta investor asal Hong Kong.
Penyelenggaraan misi dagang ini merupakan yang kedua kalinya digelar Pemprov Jatim di Hong Kong, setelah sukses perdana pada Mei 2023 lalu yang mencatatkan transaksi Rp 1,1 triliun.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan forum bisnis tersebut menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk unggulan Jawa Timur sekaligus mengukuhkan posisi Jatim sebagai motor penggerak perdagangan nasional.
"Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional," ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, Hong Kong memiliki posisi vital sebagai pusat perdagangan, logistik, dan keuangan dunia sehingga menjadi gerbang strategis bagi produk-produk Jawa Timur untuk menembus rantai pasok global. Kegiatan ini tidak sekadar meningkatkan nilai transaksi ekspor, melainkan juga membuka peluang investasi baru, alih teknologi, hingga memperkuat daya saing industri daerah.
Berbagai komoditas unggulan Jawa Timur yang diperdagangkan dalam forum tersebut meliputi perhiasan emas, produk perikanan, tisu, rokok, tembakau, turunan CPO, alas kaki, kopi, bahan kimia organik, produk tembaga, sarang burung walet, charcoal, dessicated coconut, kosmetik, serta aneka olahan makanan ringan dan bumbu dapur.
Khofifah juga memaparkan bahwa kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40 persen serta menyumbang 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa. Hal ini menjadi modal kuat untuk terus memperluas jaringan pasar ekspor dan menggaet investor asing.
Sementara itu, Acting Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Fithonatul Mar'ati, menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Jawa Timur dengan Hong Kong serta kawasan Greater Bay Area.
Ia menilai keunggulan sektor industri, pertanian, perikanan, manufaktur, hingga UMKM Jawa Timur memiliki peluang yang sangat besar untuk terus diekspansi melalui Hong Kong.
"Marilah kita manfaatkan kegiatan hari ini tidak hanya untuk membangun jejaring, tetapi juga untuk menyusun langkah-langkah selanjutnya bersama dan berkomitmen terhadap tindak lanjut yang konkret," kata Fithonatul.
Misi Dagang di Hong Kong ini merupakan penyelenggaraan kedelapan yang telah dilaksanakan Pemprov Jatim di negara mitra. Melalui hasil positif ini, Pemprov Jatim berharap dapat menciptakan kerja sama bisnis yang berkelanjutan guna memperkuat daya saing produk lokal serta memicu pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang inklusif.






























