Dorong IKM Tembus Pasar Global, Dekranasda Bojonegoro Gelar Pembinaan dan Gandeng FEB UMM
Rabu, 22 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Upaya mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Bojonegoro agar makin berdaya saing terus dimaksimalkan. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro menggelar pembinaan bagi ratusan pelaku IKM di Hotel Eastern Bojonegoro, Selasa (21/07/2026).
Agenda tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) Sri Wahyuni, Ketua Harian beserta jajaran pengurus Dekranasda, serta para tamu undangan.
Dalam forum tersebut, Cantika Wahono memaparkan bahwa pihaknya telah menyusun peta jalan atau roadmap pengembangan IKM selama kurun lima tahun. Langkah awal yang dimulai pada 2025 difokuskan pada penguatan fondasi dasar, seperti penentuan produk kerajinan unggulan, penciptaan ikon produk, pemantapan branding, hingga pembentukan sentra industri. Sementara pada 2026, arah pembinaan dipusatkan pada peningkatan mutu SDM dan kualitas produk.
Meskipun sasaran ekspor produk lokal Bojonegoro diproyeksikan terealisasi pada 2028, proses penyiapannya sudah dijalankan sejak awal. Langkah persiapan tersebut mencakup perbaikan kualitas dan kemasan, pembaruan desain, pemasaran digital, serta fasilitasi promosi melalui beragam ajang pameran regional, nasional, hingga internasional.
"Persaingan saat ini bukan lagi antardaerah, tetapi sudah bersaing dengan produk dari berbagai negara. Karena itu kualitas, detail produk, inovasi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar harus terus ditingkatkan agar produk Bojonegoro siap bersaing di pasar global," ujar Cantika.
Lebih lanjut, Cantika menerangkan sejumlah program pendampingan yang telah dieksekusi Dekranasda. Antara lain bimbingan teknik pemasaran digital memanfaatkan live TikTok, pengiriman perajin pada gelaran Inacraft, hingga penguatan citra merek produk lokal untuk membuka keran pasar global.
Sebagai wujud penguatan sinergi, Dekranasda Bojonegoro melangsungkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan FEB UMM. Langkah ini merupakan wujud penerapan konsep hexahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
"Melalui kolaborasi ini kami berharap para dosen, peneliti, dan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis bagi IKM, sehingga berbagai kendala usaha dapat dicarikan solusi melalui kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat," jelasnya.
Cantika turut berpesan agar para pelaku IKM tidak berhenti belajar dan terus berinovasi. Penggunaan teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI) serta perluasan jaringan menjadi kunci penting agar para pengrajin mampu naik kelas.
Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UMM Sri Wahyuni menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi pijakan awal untuk membangun kemandirian IKM secara berkesinambungan.
"Ketika usaha sudah naik kelas dan siap ekspor, maka pelaku IKM juga harus siap dengan tata kelola dan standar yang mengikuti kebutuhan pasar global. Karena itu pendampingan akan terus kami lakukan secara bertahap," kata Sri Wahyuni.
Usai seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tim FEB UMM. Seluruh peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai tata kelola usaha, penguatan kapasitas daya saing, hingga strategi penetrasi pasar ekspor.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir































