Karhutla Hanguskan 3.800 Hektare Lahan di Jatim, Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Penyaluran Air Bersih
Senin, 07 September 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di Jawa Timur sepanjang musim kemarau 2026. Data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mencatat sedikitnya 3.834,35 hektare lahan terdampak kebakaran, disertai ancaman kekeringan yang melanda 24 kabupaten/kota di wilayah setempat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan di wilayah daratan yang terdampak kemarau ekstrem.
"Beberapa hari lalu kita mendapatkan informasi kemungkinan sudah ada awan yang bergerak, jadi bisa dilakukan OMC, maka awan yang masuk ke daratan itu bisa turun menjadi hujan," terang Khofifah, Minggu (06/09/2026).
Sebelumnya, rencana OMC yang dijadwalkan sejak Juli lalu sempat terkendala oleh minimnya potensi awan hujan di atmosfer. Selain upaya teknis, Gubernur Khofifah turut mengimbau masyarakat untuk menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan.
Di samping penanganan karhutla melalui teknologi modifikasi cuaca dan pemadaman udara, Pemprov Jatim bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan pasokan air bersih ke daerah terisolasi guna memenuhi kebutuhan dasar warga.
Langkah pendistribusian air bersih tersebut diprioritaskan pada kawasan permukiman yang mengalami kelangkaan sumber air akibat kemarau panjang.






























