Kemenhan Alokasikan Rp426 M untuk Operasional dan Gaji Personel Satuan TNI Baru di Bojonegoro
Senin, 07 September 2026 18:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp426 miliar pada tahun 2026 untuk belanja pegawai serta operasional pangkalan dan personel satuan TNI baru di Kabupaten Bojonegoro. Satuan baru yang dibentuk tersebut meliputi Batalyon Infanteri (Yonif) dan Brigade Infanteri (Brigif) yang berlokasi di Kecamatan Temayang.
Penyaluran anggaran tersebut dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro, instansi vertikal Kementerian Keuangan yang membawahi wilayah kerja Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan.
Rincian alokasi dan realisasi anggaran masing-masing kementerian dan lembaga tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

Kepala KPPN Bojonegoro, Teguh Ratno Sukarno, menyampaikan bahwa hingga Agustus 2026, realisasi daya serap anggaran Kemenhan untuk belanja pegawai dan operasional telah menembus angka Rp216 miliar atau sekitar 50 persen dari total pagu.
"Anggaran itu (Rp426 miliar) hanya untuk belanja pegawai dan operasional. Sedangkan untuk pembangunan gedung, dibayar langsung dari Jakarta," terang Teguh, Senin (07/09/2026).
Besaran alokasi belanja pegawai dan operasional satuan baru TNI di Bojonegoro ini tercatat lebih tinggi dibanding alokasi anggaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dikelola KPPN Bojonegoro. Pada tahun 2026, alokasi anggaran Polri untuk wilayah Bojonegoro dan Lamongan tercatat sebesar Rp274 miliar, dengan realisasi hingga Agustus mencapai Rp188 miliar atau 69 persen.
Selain membiayai Kemenhan dan Polri, KPPN Bojonegoro turut menyalurkan belanja gaji serta operasional kantor bagi instansi vertikal pusat lainnya, seperti Kementerian Agama, Mahkamah Agung, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).(red/imm)






























