News Ticker
  • Kemenhan Alokasikan Rp426 M untuk Operasional dan Gaji Personel Satuan TNI Baru di Bojonegoro
  • Bulog Bojonegoro Intensifkan Pemantauan Pasar dan Penyaluran Beras SPHP di Tiga Kabupaten
  • Karhutla Hanguskan 3.800 Hektare Lahan di Jatim, Pemprov Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca dan Penyaluran Air Bersih
  • Alternatif Olahraga Ringan Sambil Rebahan untuk Mengecilkan Perut Buncit
  • Sesosok Mayat Perempuan Warga Parengan, Tuban Ditemukan di Hutan Malo, Bojonegoro
  • 07 September dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 07 September 2026
  • Pesawat Latih Jatuh dan Terbakar di Blora, Pilot dan Co-pilot Selamat
  • Dukung Swasembada Gula Nasional, Pemkab Bojonegoro Kejar Perluasan Lahan Tanam Tebu 2.597 Hektare
  • Sinergi Pemkab dan Ulama, Wabup Nurul Azizah Tekankan Pentingnya Peran MUI Kecamatan di Tengah Tantangan Daerah
  • Dorong Digitalisasi Pendidikan, PGRI Bojonegoro Luncurkan Program PGRI POWER dan Gerakan Guru Mahir Koding-AI
  • 06 September dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 6 September 2026
  • Sesosok Mayat Laki-Laki Ditemukan di Kalitidu, Bojonegoro
  • Kejar Integrasi Data Bansos, Pemcam Purwosari Bojonegoro Jemput Bola Pendaftaran IKD ke Desa-Desa
  • Pemprov Jatim Susun Raperda Transportasi Terintegrasi, Layanan Trans Jatim Bakal Terhubung ke Stasiun Hingga Pelabuhan
  • Inspiratif, Warga Kanor Bojonegoro Manfaatkan Lahan Belakang Rumah untuk Ternak Ayam Petelur Mandiri
  • Studi Ilmiah Ungkap Konsumsi Kopi Rutin Efektif Menekan Risiko Penyakit Kronis dan Perpanjang Usia Harapan Hidup
  • Pasar Kota Bojonegoro Bertransformasi Jadi Pasar Semi-Modern Tiga Lantai, Berfasilitas Eskalator Hingga Ramah Disabilitas
  • Film Operasi Pesta Copet, Sisi Gelap di Tengah Riuk Pesta Musik
  • 05 September dalam catatan Sejarah
  • Cuaca Bojonegoro 5 September 2026
  • Peringati HUT ke-28, IJTI Bojonegoro Bersama TNI dan BPBD Salurkan Air Bersih di Tlogohaji Sumberrejo
  • Cara Unik Sekolah Dasar di Bojonegoro Edukasi Pengelolaan Sampah
Peringati World Diabetes Day 2026, IDI Bojonegoro dan PERSADIA Edukasi Masyarakat Kendalikan Diabetes

Peringati World Diabetes Day 2026, IDI Bojonegoro dan PERSADIA Edukasi Masyarakat Kendalikan Diabetes

Bojonegoro - Upaya menekan angka kasus diabetes terus digalakkan di Kabupaten Bojonegoro. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui kolaborasi antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bojonegoro dengan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Jawa Timur yang menggelar seminar bertajuk Hidup Sehat Sejahtera dengan Diabetes Terkontrol di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro pada Minggu (19/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Diabetes Sedunia atau World Diabetes Day (WDD) 2026 dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Rangkaian acara diawali dengan seminar ilmiah yang menyasar para dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam. Melalui sinergi lintas organisasi ini, diharapkan masyarakat luas dapat memperoleh edukasi yang tepat mengenai diabetes, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi para penyandang diabetes di daerah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Alvi Chomariyati, menegaskan bahwa peringatan World Diabetes Day bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momen ini merupakan alarm penting untuk mendongkrak kesadaran warga terhadap ancaman diabetes yang grafiknya terus merangkak naik. Ia menyebut minimnya pemahaman publik mengenai seluk-beluk penyakit ini menjadi tantangan paling berat yang dihadapi tim medis saat ini.

"Musuh terbesar diabetes bukan penyakitnya, tetapi ketidaktahuan masyarakat. Karena itu kami berkomitmen menghadirkan informasi yang valid, ilmiah, dan mudah dipahami agar masyarakat mampu mengendalikan diabetes melalui edukasi, pengaturan nutrisi, aktivitas fisik, dan kepatuhan menjalani terapi," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua IDI Cabang Bojonegoro, dr. Pramono Apriawan Wijayanto, mengungkapkan bahwa pelaksanaan seminar ini menjadi wujud nyata dari pengabdian profesi kedokteran kepada publik. IDI berkomitmen untuk terus merajut kemitraan erat dengan pemerintah daerah serta organisasi keprofesian lainnya demi memperluas jangkauan layanan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami ingin terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan seluruh organisasi terkait untuk mewujudkan masyarakat Bojonegoro yang lebih sehat dan bermartabat. Yang perlu dipahami, diabetes bukan hanya soal penyakitnya, tetapi komplikasinya. Karena itu masyarakat perlu mendapatkan pendampingan tenaga kesehatan yang tepat dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar," kata dr. Pramono.

Apresiasi tinggi juga datang dari pihak eksekutif. Sekretaris Daerah Bojonegoro, Edi Susanto, yang hadir mewakili Bupati Bojonegoro, menyambut positif inisiatif yang digagas oleh IDI dan PERSADIA Jawa Timur. Menurutnya, kegotongroyongan antara organisasi profesi dan pemerintah adalah kunci utama dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencegah penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian organisasi profesi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bojonegoro," ujar Edi saat membacakan sambutan Bupati Bojonegoro.

Dalam sambutan tersebut, Edi memaparkan bahwa diabetes melitus tergolong sebagai silent killer karena gejalanya kerap diabaikan oleh penderita hingga memicu komplikasi yang fatal. Apalagi Indonesia kini bertengger di peringkat lima besar dunia dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak. Pola hidup yang tidak sehat, konsumsi gula berlebih, kurang gerak, dan kebiasaan enggan memeriksakan kesehatan secara rutin disinyalir menjadi pemicu utamanya.

Oleh sebab itu, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan beserta seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama terus memperkuat benteng promotif dan preventif. Selain memaksimalkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan deteksi dini, pemkab gencar mengampanyekan perilaku CERDIK, yakni cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres.

Menutup rangkaian sambutan, Edi menekankan bahwa penanganan diabetes tidak bisa bertumpu pada pundak pemerintah sendirian, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen. Setelah sesi pembukaan, acara inti dilanjutkan dengan pemaparan materi berbobot dari tiga narasumber, yaitu dr. Hermina Novida mengenai Diabetes dan Keropos Tulang, disusul dr. Sekar Ayu yang mengupas Retinopati Diabetik, Ketika Dunia Mulai Memudar, serta pemaparan Erni Ernawati bertema Cerdas Memilih Makanan, Cerdas Mengendalikan Diabetes.

"Keberhasilan pengendalian diabetes tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap IDI dan PERSADIA terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu mencegah maupun mengendalikan diabetes," tuturnya.

 

Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir
Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1788802842.5612 at start, 1788802843.6934 at end, 1.1321408748627 sec elapsed