Gelar Peralatan Kebencanaan Jatim 2026 Dipusatkan di Pantai Pancer Door Pacitan
Rabu, 22 Juli 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi membuka Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Jawa Timur 2026 di kawasan Pantai Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/07/2026). Langkah ini diambil guna memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen daerah dalam mengantisipasi ancaman bencana alam.
Prosesi pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Bobby Soemiarsono. Turut mendampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana, Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan, serta Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto.
Tidak sekadar seremonial, pembukaan ajang ini turut diwarnai aksi kepedulian lingkungan lewat pelepasan 500 ekor tukik dan seekor penyu dewasa di tepi pantai setempat.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengungkapkan, penunjukan Pacitan sebagai tuan rumah diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat lokal sekaligus mempererat jaringan koordinasi penanganan bencana antarwilayah di Jawa Timur. Mengingat, Kabupaten Pacitan secara geografis tergolong rawan terhadap rentetan ancaman alam seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, kekeringan, hingga risiko tsunami.
Apresiasi tinggi datang dari Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan. Menurutnya, agenda tahunan yang konsisten berjalan hingga tahun ketiga ini layak dicontoh oleh provinsi lain dalam mengasah ketangguhan klaster logistik.
"Klaster logistik memiliki peran penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan personel dan peralatan penanggulangan bencana," katanya.
Pandangan senada disampaikan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana. Ia menegaskan pameran dan uji peralatan ini bukan ajang gagah-gagahan semata, melainkan sarana verifikasi untuk memastikan seluruh armada dan sarana pendukung siap diterjunkan kapan saja dalam situasi darurat.
Di sisi lain, Plh Sekdaprov Jawa Timur Bobby Soemiarsono mengingatkan bahwa kecanggihan alat harus dibarengi dengan ketepatan aksi di lapangan.
Menurut dia, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan peralatan, tetapi juga kecepatan informasi, koordinasi, pengambilan keputusan, dan perlindungan terhadap masyarakat.
Adapun ajang Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Jawa Timur 2026 ini melibatkan jajaran BPBD dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur guna menguji kesiapan personel, rantai logistik, serta keandalan peralatan teknis secara terpadu.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir































