Disnakkan Bojonegoro Gelar Bimtek GAYATRI Serentak untuk 242 KPM di Tiga Lokasi
Rabu, 22 Juli 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
- Upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Lewat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan), pelatihan teknis disalurkan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) pada Selasa (21/07/2026).
Pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) tersebut digelar secara serentak di tiga titik berbeda, yakni Pendopo Kecamatan Dander, Pendopo Kecamatan Sumberrejo, serta Balai Desa Sambongrejo di Kecamatan Sumberrejo. Sebanyak 242 KPM yang masuk dalam daftar penerima manfaat Program GAYATRI 2026 hadir mengikuti pembekalan tersebut.
Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, menjelaskan bahwa pola bimtek serentak di beberapa lokasi ini sengaja dipilih untuk mempercepat penyerapan materi pelatihan sebelum peserta menerjunkan diri dalam budidaya ayam petelur.
"Hari ini Bimtek GAYATRI dilaksanakan secara serentak di tiga kecamatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada KPM agar mampu memelihara ayam petelur dengan baik dan benar, sehingga program ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," ujarnya.
Sebaran peserta dalam pelatihan kali ini terbagi cukup merata. Di Pendopo Kecamatan Dander, tercatat 80 KPM hadir mewakili Desa Dander, Growok, Jatiblimbing, Karangsono, Ngraseh, Ngunut, Sendangrejo, dan Sumberarum. Lokasi kedua di Pendopo Kecamatan Sumberrejo diisi 80 KPM asal Desa Bogangin, Deru, Jatigede, Karangdowo, Pakuwon, Sumberrejo, Talun, serta Sumuragung. Sementara di Balai Desa Sambongrejo Kecamatan Sumberrejo, diikuti 82 KPM dari Desa Sambongrejo, Kedungrejo, Mlinjeng, Kayulemah, Tlogohaji, Tulungrejo, Ngampal, hingga Butoh.
Materi pelatihan yang disodorkan terbilang komprehensif. Peserta dibekali pemahaman seputar tata kelola kandang, manajemen pemeliharaan harian, strategi pakan termasuk teknik pencampuran pakan semi self mixing, penanganan pencegahan penyakit ternak, pemrosesan pascapanen, hingga penguatan tata kelola kelembagaan kelompok peternak.
drh. Indra Firmansyah berharap ilmu yang diserap dari bimtek mampu mendorong peserta menjalankan usahanya secara mandiri dan tahan lama.
"Harapannya, para KPM dapat menerapkan seluruh materi yang diperoleh sehingga budidaya ayam petelur berjalan dengan baik. Dengan demikian, target peningkatan populasi ayam petelur dan produksi telur di Bojonegoro dapat tercapai, sekaligus mendukung ketersediaan pasokan telur, membantu pengendalian inflasi, meningkatkan asupan gizi masyarakat, serta menambah pendapatan keluarga penerima manfaat," pungkasnya.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir































