Pemkab Bojonegoro Bekali KPM Gayatri Lewat Bimtek Budi Daya Ayam Petelur
Sabtu, 25 Juli 2026 12:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ayam Petelur bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Gayatri. Agenda pelatihan ini dipusatkan di Pendopo Kecamatan Trucuk pada Jumat (24/07/2026).
Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) ini dirancang sebagai langkah strategis Pemkab Bojonegoro dalam mengakselerasi pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui bimbingan teknis ini, para penerima manfaat dibekali keterampilan praktis agar mampu mengelola usaha peternakan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, menjelaskan bahwa program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga kurang mampu ini telah berjalan sejak tahun 2025 dengan merangkul 5.400 KPM. Adapun pada tahun anggaran 2026, intervensi program dilanjutkan dengan sasaran 4.400 KPM.
Selain membekali peserta dengan pengetahuan manajemen budidaya, pakan, kesehatan hewan, pengelolaan limbah, hingga pencatatan keuangan, pemerintah daerah juga menyalurkan paket bantuan fisik berupa kandang, bibit ayam petelur, pakan, dan vitamin.
"Kami memberikan pembinaan, pelatihan, bimbingan teknis, serta fasilitasi sarana dan prasarana untuk mendukung keberhasilan usaha tersebut," terangnya.
Catur menambahkan, pada tahap pertama ini Bimtek Gayatri diselenggarakan secara bertahap di 11 lokasi dengan menjangkau 766 calon KPM, di mana 80 peserta di antaranya berasal dari Kecamatan Trucuk. Seluruh penerima manfaat dipastikan memenuhi kriteria, yakni terdaftar dalam Data Terpadu Sosio Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1–5, berusia produktif 18–60 tahun, memiliki minat beternak, serta siap mengikuti pembinaan kelompok.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat sekaligus memastikan keterjangkauan layanan dasar seperti kesehatan.
Selain mendorong kemandirian ekonomi warga melalui Program Gayatri, Pemkab Bojonegoro juga menjamin pembiayaan perlindungan kesehatan warga melalui skema kepesertaan BPJS Kesehatan yang ditanggung daerah.
"Pemkab telah membayarkan BPJS Kesehatan sehingga jika masyarakat berobat di puskesmas tidak perlu keluar biaya," ucapnya.
Wabup juga memaparkan pengembangan fasilitas medis di sejumlah rumah sakit milik daerah. Layanan hemodialisis atau cuci darah yang selama ini berpusat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo rencananya akan diperluas ke RSUD Sumberejo dan RSUD Padangan. Selain itu, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo juga siap membuka layanan kemoterapi mulai Agustus mendatang guna meningkatkan cakupan penanganan medis bagi warga Bojonegoro.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir






























