Kawal Kualitas Tembakau, Pemkab Bojonegoro Monitoring Dropping Pupuk NPK Non-Subsidi
Sabtu, 18 Juli 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus mengawal keberhasilan budidaya tembakau pada musim tanam 2026. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menerjunkan tim untuk memonitor langsung proses penyaluran atau dropping pupuk NPK non-subsidi guna memastikan pupuk diterima tepat sasaran dan tersedia sesuai dengan kebutuhan para petani di lapangan.
Kegiatan monitoring ini menyasar sejumlah kelompok tani (poktan) di wilayah Kecamatan Sugihwaras dan Kecamatan Kepohbaru. Berdasarkan data di lapangan, pada 13 Juli 2026, pemantauan dilakukan di Poktan Sido Makmur III Desa Wedoro, Kecamatan Sugihwaras, dengan dropping pupuk sebanyak 2,8 ton, serta di Gapoktan Margo Rukun Desa Bareng dengan jumlah mencapai 29,4 ton.
Selanjutnya pada 14 Juli 2026, monitoring bergeser ke wilayah Kecamatan Kepohbaru, tepatnya di Desa Bumirejo. Penyaluran di kawasan ini meliputi Poktan Mekar Tani 2 sebanyak 7 ton, Poktan Bangkit Tani Satu sebanyak 5,6 ton, dan Poktan Bangkit Tani Dua dengan volume sebanyak 8 ton 50 kilogram.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan DKPP Bojonegoro dalam mendukung dongkraknya produktivitas komoditas tembakau melalui pemenuhan sarana produksi yang memadai. Dengan pengawasan langsung di lokasi distribusi, proses penyaluran pupuk diharapkan dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan rill di tingkat kelompok tani.
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Perlindungan Tanaman DKPP Bojonegoro, Yuseriza A. Leksana, menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan bentuk pendampingan melekat kepada para petani sekaligus untuk memastikan rantai distribusi pupuk tidak mengalami kendala.
"Kami ingin memastikan pupuk non-subsidi benar-benar sampai kepada kelompok tani sesuai alokasi dan waktu yang dibutuhkan. Ketersediaan pupuk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan tanaman tembakau sehingga produktivitas dan mutu hasil panen dapat terus meningkat," kata Yuseriza, Jumat (17/07/2026).
Ia menambahkan, pihak DKPP tidak hanya berhenti pada proses pengawasan distribusi saja. Pemantauan berkala akan terus digulirkan sepanjang musim tanam tembakau berlangsung, yang diimbangi dengan pemberian pendampingan teknis agar para petani menerapkan pola pemupukan yang tepat dosis, tepat waktu, serta tepat cara.
"Kami berharap kebutuhan nutrisi tanaman tembakau dapat terpenuhi secara optimal. Sinergi antara pemerintah, produsen, dan petani menjadi kunci agar musim tanam tahun ini menghasilkan panen tembakau yang berkualitas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani Bojonegoro," pujar Yuseriza. (red/mul)
Editor: Mulyanto
Publisher: Mohamad Tohir































