Pemkab Bojonegoro Percepat Pembangunan Waduk dan Jaringan Irigasi Lintas Kecamatan
Sabtu, 18 Juli 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) bergerak cepat dalam memitigasi risiko kekeringan guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian pada Musim Tanam III (MT III). Langkah taktis ini diwujudkan melalui akselerasi pembangunan, normalisasi embung dan waduk, pembersihan saluran pembuang atau afvoer, serta perluasan jaringan irigasi baru yang tersebar secara masif di puluhan wilayah kecamatan.
Upaya ini difokuskan untuk memastikan stabilitas pasokan air baku bagi para petani, meminimalkan penyusutan volume air di sepanjang jaringan, serta menjaga ketahanan pangan daerah agar tetap tangguh menghadapi puncak musim kemarau tahun ini.
Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari, menegaskan bahwa seluruh program intervensi infrastruktur air ini didasarkan pada prinsip pemetaan wilayah yang tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang. Pihaknya tidak hanya melakukan pemeliharaan rutin, tetapi juga melakukan langkah intervensi taktis dan adaptif di lapangan.
”MT III adalah periode krusial bagi para petani kita. Oleh karena itu, perluasan daya tampung air melalui optimalisasi embung, waduk, dan normalisasi sungai terus kami pacu agar debit air yang terbatas dapat terdistribusi secara adil dan lancar hingga ke ujung saluran (end of canal). Komitmen kami adalah meminimalkan risiko gagal panen dan menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat Bojonegoro,” ujarnya, Jumat (17/07/2026).
Dalam agenda strategis terpadu Tahun Anggaran 2026 ini, Dinas PU SDA mengombinasikan pembangunan baru dengan revitalisasi infrastruktur eksisting untuk memperluas kapasitas cadangan air baku. Langkah optimalisasi tampungan air ini ditandai dengan penyelesaian normalisasi Embung Desa Sambongrejo di Kecamatan Sumberrejo dan Embung Desa Pojok di Kecamatan Purwosari.
Selain itu, proses pengerjaan pembangunan embung baru saat ini tengah berjalan di Desa Sumberagung Kecamatan Dander dan Desa Woro Kecamatan Kepohbaru, yang dibarengi dengan normalisasi Embung Sumbergede di Kecamatan Kepohbaru. Dinas PU SDA juga telah merancang rencana pembangunan Waduk Pasinan di Kecamatan Baureno, Waduk Watang di Kecamatan Tambakrejo, serta rehabilitasi Waduk Rowoglandang di Kecamatan Tambakrejo.
Tidak hanya fokus pada tampungan, langkah efektif untuk memperbanyak kapasitas aliran air irigasi sekaligus memitigasi genangan saat terjadi anomali cuaca dilakukan melalui akselerasi normalisasi sungai dan saluran pembuang. Pengerjaan fisik berupa normalisasi sungai telah menyasar Desa Gondang dan Desa Senganten di Kecamatan Gondang, serta Desa Duyungan di Kecamatan Sukosewu. Petugas juga tengah memacu normalisasi Sungai Gandong di Desa Ngrejeng Kecamatan Purwosari, serta pembersihan saluran afvoer di tiga titik kritis, yaitu Desa Kayulemah Kecamatan Sumberrejo, Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem, dan Desa Tinumpuk Kecamatan Purwosari.
Guna memastikan air mengalir efisien tanpa banyak menyusut akibat rembesan atau sedimentasi, ekspansi dan rehabilitasi jaringan irigasi turut digenjot di berbagai wilayah. Pembangunan saluran dan jaringan irigasi baru tersebar di puluhan lokasi, meliputi wilayah Kecamatan Padangan, Ngraho, Kasiman, Kedewan, Kota Bojonegoro, Gondang, Sekar, Sumberrejo, Balen, Dander, Trucuk, Kalitidu, Kanor, Kedungadem, hingga Baureno.
Sementara itu, untuk memulihkan performa jaringan yang sudah ada, rehabilitasi saluran irigasi eksisting menyasar sejumlah titik di Kecamatan Dander, Padangan, Trucuk, Tambakrejo, Kedewan, Bubulan, dan Ngraho.
Melalui kombinasi perluasan tampungan embung atau waduk, pembersihan aliran sungai atau afvoer, serta penataan jaringan irigasi yang masif lintas sektor ini, Retno Wulandari berharap seluruh kebutuhan kelancaran air irigasi untuk sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro dapat terpenuhi secara optimal.(red/toh)
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































