Pemkab Bojonegoro Sambut Tim Asesor UNESCO, Geopark Bojonegoro Jalani Validasi Menuju UNESCO Global Geopark
Rabu, 29 Juli 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyambut kedatangan tim asesor UNESCO dalam rangka proses validasi lapangan calon UNESCO Global Geopark (UGGp). Penyambutan sekaligus pemaparan mengenai Geopark Bojonegoro berlangsung di Gedung Putih Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/7/2026), sebagai tahapan penting menuju pengakuan geopark bertaraf internasional.
Proses validasi dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Juli 2026. Dalam agenda tersebut, tim asesor UNESCO akan mengunjungi sejumlah geosite serta lokasi pendukung di Kabupaten Bojonegoro untuk menilai implementasi pengelolaan geopark sesuai standar UNESCO.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan Geopark Bojonegoro, termasuk tim asesor UNESCO yang hadir melakukan proses evaluasi. Menurutnya, Bojonegoro memiliki karakter geologi yang unik dan menjadi salah satu kekayaan alam yang patut diperkenalkan kepada dunia.
Ia menjelaskan, berdasarkan sejarah geologi, wilayah Bojonegoro pada masa lampau merupakan kawasan laut yang kemudian mengalami proses geologi hingga membentuk struktur bumi yang khas. Selain berada di kawasan Pegunungan Kendeng, daerah ini juga memiliki potensi geologi yang bernilai ilmiah tinggi dan menjadi ciri khas yang sulit ditemukan di wilayah lain.
"Kami berharap proses validasi ini berjalan dengan baik sehingga Geopark Bojonegoro dapat memperoleh pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark dan menjadi kebanggaan Indonesia di tingkat dunia," ujar Bupati Setyo Wahono.
Dalam proses pengusulannya, Geopark Bojonegoro mengangkat tema "The Unique Petroleum System on Land" atau Sistem Minyak Bumi Unik di Daratan. Tema tersebut mencerminkan kekayaan sejarah geologi Bojonegoro sebagai salah satu wilayah penghasil minyak bumi tertua di Indonesia, sekaligus menjadi identitas yang membedakannya dari geopark lain di dunia.
Bupati berharap tim asesor dapat melihat secara menyeluruh potensi yang dimiliki Bojonegoro, mulai dari warisan geologi, sejarah industri perminyakan, hingga kekayaan hayati dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Penilaian UNESCO tidak hanya menitikberatkan pada keberadaan situs geologi, tetapi juga mencakup aspek tata kelola kawasan, upaya konservasi, kegiatan pendidikan, pelibatan masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta pengembangan ekonomi berkelanjutan yang telah dijalankan di kawasan Geopark Bojonegoro.
Geopark Bojonegoro dikembangkan dengan konsep yang mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan kekayaan budaya. Melalui konsep tersebut, kawasan geopark tidak hanya berfungsi sebagai lokasi konservasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, penelitian, pengembangan geowisata, sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Apabila berhasil memperoleh status UNESCO Global Geopark, Bojonegoro diyakini akan mendapatkan manfaat yang lebih luas. Selain meningkatkan pengakuan internasional terhadap warisan geologi daerah, status tersebut juga diharapkan mampu memperkuat identitas daerah, meningkatkan daya tarik sektor pariwisata, membuka peluang investasi, serta mendorong pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Penyambutan tim asesor UNESCO menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam mewujudkan Geopark Bojonegoro sebagai kawasan geopark berstandar dunia. Seluruh pihak berharap proses validasi berlangsung lancar dan menghasilkan capaian terbaik bagi Kabupaten Bojonegoro.






























