Asesmen Hari Kedua UNESCO Global Geopark, Tim Asesor Kagumi Kekayaan Alam dan Budaya Bojonegoro
Kamis, 30 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Rangkaian asesmen lapangan serta validasi aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp) memasuki hari kedua pada Rabu (29/07/2026) dengan agenda peninjauan yang penuh kesan. Dua asesor internasional, yakni Mr. Andreas Josef Schüller dari Jerman dan Ms. Li Yue asal China, turun langsung menyusuri enam lokasi unggulan Geopark Bojonegoro yang mencakup geosite, biosite, hingga situs budaya.
Perjalanan hari kedua ini membawa rombongan asesor mengeksplorasi Geosite Kedung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, untuk melihat fenomena rembesan minyak bumi alami di aliran sungai. Rute kemudian berlanjut menuju sentra perajin batik Omah Batik Mak Ni di Desa Jono, Kecamatan Temayang. Di lokasi yang turut diramaikan oleh siswi SMKN Temayang yang tengah menjalani ekstrakurikuler tersebut, tim asesor disuguhi koleksi puluhan cap motif batik yang tersusun rapi. Delegasi internasional ini bahkan berkesempatan mempraktikkan langsung proses pembuatan pola batik menggunakan teknik cap.
"This is the first time," ujar Mr. Andreas Josef Schüller antusias saat mencoba pengalaman berkesan membuat batik cap khas Bojonegoro.
Usai menjajal keseruan membatik, tim bertolak menuju Biosite Hutan Jati di Kecamatan Gondang. Berbekal teropong dan lensa gawai, rombongan mengamati keberadaan Dendrobium Capra, spesies anggrek endemik langka yang menempel di dahan-dahan pohon jati menjulang. Pelestarian flora unik ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Perhutani, Pemerintah Kabupaten, serta kalangan akademisi dari Unigoro.
Tim Teknis Geopark Bojonegoro, Laily Agustina, menyebutkan bahwa keberadaan anggrek di kawasan hutan jati tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah.
"Angrek endemik ini tumbuh pada pohon jati yang berusia lebih dari 50 tahun," ujarnya sambil menunjukkan flora yang tumbuh di pohon jati melalui live record.
Eksplorasi dilanjutkan ke Geosite Banyu Kuning di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, yang menyuguhkan pemandangan bebatuan dasar sungai berlapis endapan besi berwarna kuning kemerahan. Rangkaian peninjauan kemudian diarahkan ke Geosite Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar. Dalam perjalanan menuju destinasi tersebut, tim disuguhi lanskap memukau Gunung Lawang sebelum akhirnya menutup rangkaian agenda peninjauan di kawasan ikonik Kayangan Api.
Secara keseluruhan, calon Geopark Global UNESCO Bojonegoro yang mengusung tema The Unique Petroleum System on Land ini ditopang oleh dua puluh situs geologi yang tersebar secara merata di berbagai penjuru wilayah.
Menanggapi kelancaran tahapan validasi ini, Ketua Tim Asesor Geopark Nasional Hanang Samodra mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya akan muncul apabila Bojonegoro kelak resmi diakui sebagai bagian dari UGGp. Ia menekankan pentingnya komitmen daerah untuk terus merawat kelestarian warisan dunia tersebut serta berpegang teguh pada esensi kriteria geopark, mengingat status ini akan dievaluasi ulang setiap empat tahun.
"Karena yang sulit itu mempertahankan statusnya," ujarnya memberi arahan saat diwawancarai langsung di titik akhir sesi pertama asesmen lapangan hari kedua.






























