Pemprov Jatim Gandeng Maroko Perkuat Kerja Sama Strategis Mulai Perdagangan hingga Smart City
Rabu, 05 Agustus 2026 13:00 WIBOleh
Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memperluas jangkauan kerja sama bilateral dengan Kerajaan Maroko yang mencakup berbagai sektor penting, mulai dari bidang perdagangan, industri manufaktur, sektor pertanian, pendidikan, hingga pengembangan kota cerdas atau smart city.
Agenda pembahasan kerja sama strategis tersebut dibahas langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (04/08/2026).
Gubernur Khofifah menyatakan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan banyak poin pembahasan produktif yang diarahkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah serta kualitas sumber daya manusia.
“Banyak pembahasan sangat produktif yang kami lakukan pada sore hari ini di sektor perdagangan, industri manufaktur, kemudian sektor agro, perikanan juga, pendidikan termasuk beasiswa ke Maroko dan banyak hal strategis yang lain,” ujar Khofifah.
Khofifah juga menambahkan bahwa eratnya hubungan antara Indonesia dan Maroko telah berakar sejak lama, tepatnya bermula dari momentum bersejarah Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 silam.
“Betapa bahwa antara Maroko dan Indonesia sama-sama harus bergandengan tangan untuk bisa mendapatkan kedaulatan yang lebih substantif dari kemerdekaan yang sudah kita peroleh. Oleh karena itu, Presiden Soekarno juga tahun 60 ke Kerajaan Maroko,” ucap Khofifah.
Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Kerajaan Maroko, Redouane Houssaini, menilai bahwa Jawa Timur menyimpan potensi besar di sektor ekonomi hingga kebudayaan yang sangat potensial untuk dijalin dalam kemitraan jangka panjang.
“Di dalam tadi kita mendiskusikan kesempatan untuk melakukan kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam hal ekonomi, perdagangan, pertukaran kebudayaan dan pendidikan, kemudian partnership dalam bidang smart city Surabaya dan Tangier,” ujar Redouane.
Selain memperkuat fondasi sejarah diplomasi, Redouane menyebutkan bahwa pihaknya turut membuka kesempatan luas bagi pelajar asal Jawa Timur untuk menempuh studi melalui program beasiswa yang saat ini Memorandum of Understanding-nya sedang dimatangkan.
“Maroko menawarkan beasiswa untuk murid-murid yang ada di Jawa Timur dan kita sedang mengembangkan MoU tersebut,” kata Redouane.
Di sela-sela kunjungan kerjanya, Dubes Redouane juga tidak lupa menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah kebakaran kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan Madura.
“Saya juga ingin menyampaikan rasa duka cita saya mendalam atas kecelakaan tragis yang terjadi di Madura,” tutur Redouane.






























