Ribuan Warga Meriahkan Malam Festival Ayam Panggang Ledok Kulon
Minggu, 09 Agustus 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro -Sepanjang Jalan Letda Suradji, Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro, tampak semarak oleh ribuan warga dengan aroma khas bakaran daging, Sabtu (08/08/2026) malam. Ribuan warga itu memadati ruas jalan tersebut guna mengikuti kemeriahan Festival Ayam Panggang Ledok Kulon yang digelar Komunitas Bradox.
Panitia menyiapkan sedikitnya 1.500 potong ayam lengkap dengan bumbu pilihan yang dibagikan kepada pengunjung melalui sistem kupon seharga Rp10.000 per paket. Menariknya, pengunjung tidak menerima makanan yang sudah matang, melainkan harus memanggang sendiri potongan ayam tersebut secara serentak di atas barisan tungku arang yang membentang sepanjang jalan kurang lebih 100 meter.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang hadir langsung di lokasi bersama keluarga dan sejumlah kepala OPD turut membaur dan merasakan keseruan memanggang ayam bersama ribuan warga. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya festival yang sukses menarik minat masyarakat lintas kecamatan hingga luar daerah tersebut.
"Acara ini luar biasa. Suatu kebanggaan bagi Ledok Kulon dan kami," kata Nurul Azizah.
Nurul menilai bahwa festival rakyat ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar hiburan semata. Kegiatan tersebut dinilai mampu merefleksikan ketangguhan dan kemandirian ekonomi warga Kelurahan Ledok Kulon, yang sebagian besar warganya selama ini menggantungkan hidup sebagai pedagang ayam segar di pasar-pasar tradisional.
"Masyarakat di sini benar-benar punya kemandirian ekonomi. Menggambarkan nek ora obah ora mamah. Event kerakyatan ini bagus juga diagendakan secara rutin ke depannya, bahkan diintegrasikan dengan rangkaian Haul Ki Andong Sari yang telah masuk dalam kalender event resmi Pemkab Bojonegoro," kata Nurul.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ayam Panggang, Khorij Zaenal Assrori, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kekompakan warga Kelurahan Ledok Kulon. Tercatat ada sekitar 65 warganya yang berprofesi sebagai pedagang ayam segar, dengan estimasi perputaran roda ekonomi harian yang mencapai ratusan juta rupiah.
"Ada 65 warga Kelurahan Ledok Kulon yang menjadi pedagang ayam segar di pasar-pasar," ujar Khorij.
Melalui festival ini, pihaknya berharap identitas wilayahnya sebagai sentra atau kampung pedagang ayam di Bojonegoro semakin kuat di mata masyarakat luas.
Pesta rakyat ini, kata Khorij, sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian panjang kegiatan warga Ledok Kulon yaitu Jazz Bengawan.































