Gandeng BBPMP Jatim, Disdik Bojonegoro Mantapkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Rabu, 23 September 2026 13:00 WIBOleh Tim Redaksi
#adsense#
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta bebas dari aksi kekerasan di lingkungan sekolah.
Hadir dalam pembukaan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, menekankan pentingnya pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) BSAN yang terencana, dilengkapi mitigasi risiko, serta tolok ukur keberhasilan yang jelas.
"Monitoring dan evaluasi harus mampu menggambarkan secara akurat apa yang sedang dan telah terjadi di lapangan. Sistem harus terancang dengan baik sejak awal, termasuk kejelasan kertas kerja dari masing-masing instansi terkait," tegas Kusnandaka.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo, menyebutkan bahwa dinamika perundungan dan kekerasan anak saat ini makin kompleks, termasuk maraknya ancaman perundungan siber (cyberbullying).
"Tantangannya sekarang tidak hanya di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga di luar sekolah, termasuk ranah digital. Oleh karena itu, pendampingan di sekolah harus lebih ditingkatkan secara berkala melalui monitoring dan evaluasi," ujar Mukhtadlo.
#adsense#
Agenda dilanjutkan dengan penyusunan Pokja BSAN yang melibatkan lintas OPD dan pemangku kepentingan. Di antaranya Bappeda, Dinas Sosial, Dinas P3AKB, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Disdukcapil, Kemenag, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, hingga perwakilan pengawas, K3S, MKKS, dan Kepala Sekolah SD/SMP se-Kabupaten Bojonegoro.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Bojonegoro berkomitmen menyusun program terpadu guna memastikan seluruh sekolah di Bojonegoro menjadi tempat yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































