Tingkatkan Kapasitas Pelaku IKM Gerabah Rendeng, Pemkab Bojonegoro Dorong Inovasi dan Estetika Keramik Batik
Jumat, 18 September 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) terus menggenjot potensi Industri Kecil Menengah (IKM) lokal. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pelaku IKM Gerabah di Wisata Edukatif Gerabah (WEG), Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Rabu (16/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto, Kepala Dinperinaker Bojonegoro Mahmudi, Camat Malo Agus Saiful Aris, Kepala Desa Rendeng, perwakilan Dekranasda Bojonegoro, jajaran DPRD Bojonegoro, serta puluhan pelaku IKM gerabah setempat.
Dalam laporannya, Kepala Dinperinaker Bojonegoro, Mahmudi, menyampaikan bahwa agenda ini digelar guna memperkuat kemandirian sekaligus memperluas keterampilan perajin gerabah. Fokus utama pelatihan adalah memadukan teknik praktis seni keramik modern dengan estetika pembatikan gerabah agar menghasilkan variasi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Harapan kami, dengan adanya Bimtek ini, sinergi dan kolaborasi seni membatik gerabah tidak lepas dari estetika praktik dan hasil seni keramik,” ujar Mahmudi.
Guna mengasah keterampilan peserta, Dinperinaker menghadirkan akademisi ternama dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yakni Aries Budi Marwanto yang membawakan materi praktik seni keramik, serta Cerly Sudarta Martsidaun yang memaparkan penguatan estetika keramik.
Selain itu, materi teknik pembatikan gerabah dipandu oleh tim ahli Hanzi Kusuma dan Assegaff Hadidz Lukman. Untuk melengkapi kapasitas manajerial perajin, Agitya Kristantoko turut membekali peserta dengan materi manajemen bisnis IKM.
Melalui sinergi bersama Dekranasda Bojonegoro, Pemkab berharap para pelaku IKM di Desa Rendeng dapat terus berinovasi menciptakan motif-motif baru tanpa menghilangkan identitas batik gerabah khas Malo, sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































