Hadiri Forum Bersama Menko AHY, Gubernur Khofifah Paparkan Inovasi Permata Jatim dan Sikawanku Penanganan Kawasan Kumuh
Selasa, 15 September 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Jawa Timur - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta Pusat, Senin (14/09/2026).
Dalam forum nasional tersebut, Gubernur Khofifah secara khusus memaparkan dua inovasi unggulan Pemprov Jatim dalam mengakselerasi penataan pemukiman warga, yakni Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim) serta Sistem Informasi Kawasan Kumuh berbasis digital (Sikawanku).
"Ini sekadar pengalaman kami, kami membangun Permata Jatim dengan tujuan mengintervensi permukiman yang terpadu dan terintegrasi di Jawa Timur," ujar Gubernur Khofifah.
Berdasarkan data penetapan tahun 2024, luas kawasan kumuh di Jawa Timur awalnya mencapai 8.117,23 hektare yang tersebar di 4.861 desa/kelurahan. Hingga akhir tahun 2025, Pemprov Jatim bersama jajaran pemerintah daerah telah berhasil mengikis luasan kawasan kumuh secara kumulatif sebesar 1.619,47 hektare, sehingga menyisakan 6.497,76 hektare yang kini terus diintervensi.
Khofifah menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, program Permata Jatim direalisasikan di empat kawasan prioritas seluas 44,36 hektare, salah satunya menyasar kawasan Kecamatan Temayang di Kabupaten Bojonegoro, selain Kawasan Jember Kidul di Kabupaten Jember, Setono di Kabupaten Ponorogo, dan Manguharjo di Kota Madiun.
Penanganan di Temayang Bojonegoro difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pembenahan akses jalan lingkungan, perbaikan saluran drainase, serta program beautification kawasan.
"Setiap kawasan ditangani sebagai satu unit transformasi, bukan sekadar kumpulan paket pekerjaan. Target kita bukan sekadar mengurangi luasan kumuh, tetapi memastikan kawasan yang telah ditangani tidak kembali kumuh dan masyarakatnya semakin sehat, produktif, dan berdaya," tegas Khofifah.
Sementara itu, Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono mengapresiasi paparan dan rekam jejak (best practice) dari Gubernur Jatim. Pihaknya menilai pengalaman Jawa Timur dalam mengelola 38 kabupaten/kota dapat menjadi rujukan nasional bagi kepala daerah lain dalam mengatasi kompleksitas penataan permukiman.
"Kehadiran Ibu Gubernur bisa merepresentasi para gubernur lainnya yang di sana-sini menghadapi permasalahan yang sama. Terima kasih Ibu Gubernur," puji Menko AHY.
Reporter: Tim Redaksi
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































