Kekeringan Meluas ke 60 Desa, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Salurkan Bantuan Air Bersih di Sumberrejo
Kamis, 10 September 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro – Dampak kemarau panjang di wilayah Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan tren perluasan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro hingga Rabu (09/09/2026), tercatat ribuan jiwa yang tersebar di 60 desa dari 18 kecamatan kini mengalami krisis air bersih.
Kondisi memprihatinkan tersebut salah satunya melanda warga Dusun Doro, Desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberrejo. Di wilayah ini, fenomena kekeringan dilaporkan telah berlangsung sejak Juli lalu. Sumber air maupun sumur warga setempat seluruhnya mengering, sehingga masyarakat hanya bergantung pada pasokan bantuan air bersih dari pemerintah daerah maupun aksi kemanusiaan para relawan.
Guna merespons lonjakan kebutuhan air bersih warga, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro Sally Atyasasmi turun langsung ke lokasi. Didampingi sejumlah relawan, wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra tersebut menyerahkan bantuan tiga unit armada truk tangki air bersih berkapasitas masing-masing 6.000 liter untuk warga Dusun Doro, Desa Sumberharjo pada Rabu (09/09/2026).
“Droping ini kita berikan untuk warga Dusun Doro yang telah lama kesulitan air, totalnya ada tiga tanki, termasuk tempat penampungan sebagai tandon air,” ujar Sally.
Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Penyaluran diprioritaskan pada wilayah dengan tingkat dampak kekeringan terparah secara bergiliran.
”Ini dalam rangka melayani masyarakat yang mengalami kekurangan air. Kegiatan ini akan terus berjalan dan disiagakan selama musim kemarau. Tidak hanya di Desa Sumberharjo, kegiatan serupa juga kita lakukan ke desa-desa lain secara bergiliran,” tegas Sally.
Penyaluran air bersih ini disambut antusias oleh warga setempat yang memanfaatkan bantuan tersebut untuk pemenuhan kebutuhan pokok harian seperti memasak, mandi, dan mencuci pakaian.
Sutaji (51), salah seorang warga Dusun Doro mengungkapkan bahwa seluruh sumur pemukiman telah lama tak berair. Warga terpaksa menempuh jarak jauh ke desa tetangga dan mengantre lama apabila tidak ada pengiriman bantuan air bersih ke desa mereka.
“Air sudah susah sekali sejak Juli lalu Pak, sumur sudah kering semua. Jika tidak ada bantuan droping seperti ini, kita terpaksa nggak mandi. Sebab, kalau harus cari air sendiri, jaraknya sangat jauh ke desa sebelah, dan itupun kadang harus antri,” tutur Sutaji.
Aksi tanggap darurat pasokan air bersih ini dipastikan terus disiagakan secara intensif hingga masa kemarau berakhir demi meringankan beban masyarakat terdampak di Bojonegoro. (red/mul)































