Sering Tanpa Gejala, Ini Alasan Batu Ginjal Tetap Berbahaya Meski Tidak Terasa Sakit
Selasa, 22 September 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Batu ginjal kerap diidentikkan dengan serangan rasa nyeri hebat di bagian pinggang atau perut. Namun, tidak sedikit masyarakat yang mengabaikan kondisi ini hanya karena batu yang bersarang di dalam organ ginjal tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.
Kondisi tanpa gejala ini kerap menjadi jebakan. Dokter Spesialis Ginjal Apollo Hospital India, Dr. Prashant C. Dheerendra, mengingatkan bahwa batu ginjal yang diam bukan berarti tanpa risiko.
"Tidak adanya rasa sakit bukan berarti batu tersebut tidak berbahaya. Batu kecil yang berada di ginjal bisa ditemukan tanpa sengaja saat USG. Namun, jika batu tersebut menyumbat aliran urine, fungsi ginjal bisa rusak bertahap seiring waktu," terangnya.
Rasa nyeri hebat biasanya baru muncul saat batu mulai bergeser ke saluran ureter dan menyumbat urine. Gejala ini umumnya disertai mual, muntah, buang air kecil berdarah, hingga rasa terbakar saat buang air kecil. Warga juga diimbau waspada jika muncul demam, karena bisa menjadi sinyal terjadinya infeksi saluran kemih akibat penyumbatan.
Data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) mencatat bahwa sekitar 11 persen pria dan 6 persen wanita berisiko mengalami batu ginjal setidaknya sekali seumur hidup. Seseorang yang pernah mengalaminya juga berisiko tinggi kembali terserang jika pola hidup tidak diubah.
Untuk pencegahan, pemenuhan cairan tubuh menjadi kunci utama. Minum air yang cukup akan menjaga konsentrasi urine tetap encer sehingga mencegah pengendapan mineral menjadi kristal. Selain itu, pembatasan asupan garam berlebih serta pengurangan protein hewani tinggi sangat dianjurkan.
Metode pengobatan batu ginjal sendiri sangat bergantung pada ukuran, lokasi, dan jenis batu. Batu berukuran kecil kerap bisa keluar secara alami lewat urine dengan pemantauan medis. Sementara untuk ukuran yang lebih besar, tindakan medis khusus seperti USG, CT Scan, hingga prosedur pemecahan batu (ESWL/PCNL) perlu dilakukan sesuai petunjuk dokter.






























