Dua Kelompok Ternak Asal Bojonegoro Masuk Penilaian Agribisnis Peternakan Tingkat Jatim 2026
Sabtu, 29 Agustus 2026 11:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Dua kelompok peternak asal Kabupaten Bojonegoro terpilih mewakili daerah dalam Pembinaan dan Penilaian Kelompok Agribisnis Peternakan Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Kedua kelompok tersebut yakni Kelompok Ternak Kambing Srono Makmur dari Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, serta Kelompok Ternak Sapi Lembu Suro dari Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan.
Proses verifikasi dan penilaian lapangan dilaksanakan langsung oleh Tim Penilai dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (Disnakkan) Provinsi Jawa Timur pada Jumat (28/08/2026 kemarin). Penilaian diawali dengan pemaparan profil serta penguatan kelembagaan, yang dilanjutkan dengan peninjauan area kandang, sistem tata kelola pakan, hingga pengolahan limbah ternak.
Perwakilan Tim Penilai Disnakkan Provinsi Jawa Timur, Alexander Arya, menyampaikan bahwa ajang ini menitikberatkan pada fungsi pembinaan, transfer inovasi, serta pembentukan jejaring antarwilayah dibanding sekadar perebutan gelar juara.
“Kami hadir di sini bukan hanya mencari kelompok yang layak menjadi juara. Kami lebih kepada pembinaan. Selain itu, kami juga mencari jejaring antarkelompok dan pengembangan inovasi antarkelompok,” ujar Alexander Arya.
Alexander menerangkan, terdapat lima kriteria utama yang menjadi tolok ukur penilaian tim, mencakup sektor hulu, hilir, tata kelola budidaya, kekuatan kelembagaan, serta penguasaan inovasi peternakan berbasis teknologi. Kesolidan pengurus dan anggota menjadi modal dasar dalam keberlanjutan usaha peternakan di tingkat lokal.
“Semoga inovasi yang sudah ada terus digiatkan. Ada lima aspek yang kami nilai, yaitu hulu, hilir, budidaya, kelembagaan, dan inovasi,” jelasnya.
Pihaknya berharap praktik baik dan tata kelola agribisnis peternakan yang diterapkan oleh kelompok ternak di Kecamatan Bubulan dan Kedewan tersebut dapat dipertahankan, bahkan menjadi percontohan nasional.
“Semoga kelompok ternak di Bojonegoro ini menjadi salah satu contoh yang bisa kita tunjukkan di provinsi lain yang ada di Indonesia. Semoga selalu kompak dan semakin berprestasi,” pungkas Alexander.































