Buku Historiografi Ki Andongsari Warnai Haul Ki Andongsari ke 244
Senin, 06 Juli 2026 10:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Acara Kirab Agung Pusaka dalam rangka memperingati Haul Ki Ageng Andongsari ke-244 Minggu (05/07/2026) nampak beda dari tahun sebelumnya. Sebab ada peluncuran buku tentang sejarah Ki Andongsari. Buku ini ditulis oleh tim periset dari Bojonegoro Raya, sebuah lembaga media dan riset yang beralamat di Ledokkulon.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah datang dalam acara ini beserta Kepala Dinas Kebudayaan Elzadeba Agustina, Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, Kepala Dinas Sosial Agus Susetyo, Anggota DPRD Bojonegoro Lasuri dan Sigit Kusharianto, dan juga lurah dan Kades se Kecamatan Bojonegoro.
Baca Kirab Pusaka Ki Andongsari Digelar Hari Ini, Diawali Jamasan
Baca juga Kirab Pusaka Ki Andongsari Berlangsung Meriah, Wabup Nurul Azizah Ikut Rombongan
Kirab pusaka dimulai sekitar pukul 13.30 WIB yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh juru kunci makam, Ki Suwono.
Kepala Kantor Kelurahan Ledok Kulon, Anton Simbolon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Anton juga mengatakan pemerintah kelurahan, pengurus makam, tokoh adat ki andongsari bekerjasama dengan Bojonegoro Raya telah menyusun buku sejarah Ki Andongsari.
“Buku berjudul Historiografi Ki Andongsari. Buku ini tidak tebal tapi isinya namun isi begitu kuat menceritakan cerita dan literasi yang padat tentang Ki Andongsari. Menjadi kado haul tahun ini,” kata Anton.
Menurut Anton, buku tersebut saat ini masih dicetak dalam jumlah terbatas. Namun, bagi masyarakat yang ingin membaca, pihak kelurahan menyediakan akses melalui historiografi fisik atau dengan memindai kode QR yang disediakan di sekitar pangung acara pembukaan.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah membuka secara resmi dimulainya prosesi Kirab Pusaka Ki Ageng Andongsari. Dia mengatakan dalam sambutannya bahwa ada peningkatan dari tahun ke tahun dan haul tahun ini memang terlihat beda.
“Pada tahun ini luar biasa karena ada warga Ledokkulon yang menuliskan cerita Ki Andongsari dalam sebuah buku. Karya ini akan diberikan kepada anak cucu kita. Bagaimana perjuangan Ki Andongsari dalam memperjuangkan agama di Bojonegoro. Didukung juga dengan budaya. Kita bisa uri-uri budaya dengan Memberikan inspirasi warga berharap ada keteladanan dilakukan generasi yang akan datang,” kata Nurul.
Tokoh yang baik, kata Nurul, maka harus menjadi teladan bagi generasi setelahnya agar tidak dilupakan. Ada cerita perjuangan di Ledokkulon yang tidak boleh dilupakan begitu saja.
"KIta tahu ada cerita bahwa di sinilah dulu ada perjuangan. Karena hidup itu perjuangan. Semua berporses. Maka berproses inilah yang perlu diperhatikan oleh anak cucu kita,” kata Nurul.
Nurul juga mengatakan akan mengupayakan cetak secara massal sebagai bentuk dukungan Pemkab Bojonegoro. Selain itu Nurul juga akan mengupayakan perbaikan atap makam Ki Andongsari yang bocor.
Editor: Mulyanto
Publisher: Mulyanto




























.md.jpg)


