News Ticker
  • Kisah Singkat Sosok Mbah Singonoyo, Tokoh Penyebar Islam di Desa Sukorejo
  • Pemdes Sukorejo Gelar Haul Eyang Singonoyo Selama Tiga Hari, Dorong Pelestarian Sejarah dan Gelar Bazar UMKM
  • 25 Juli dalam Catatan Sejarah
  • Prakirakan Cuaca Bojonegoro Sabtu 25 Juli 2026
  • Perkuat Tata Kelola Informasi Publik, Pemkab Bojonegoro dan KI Jatim Gelar SIPINTER Desa
  • Lulusan Bootcamp MC Dinpora Bojonegoro Sukses Unjuk Gigi di Berbagai Event Nasional
  • Kabar Baik bagi Penikmat Kopi, Peneliti Ungkap Minum Kopi Aman dan Sehat untuk Jantung
  • Sedekah Bumi Warga Kelurahan Sumbang, Gelar Pengajian Umum dan Bazar UMKM
  • BAZNAS RI dan Pemprov Jatim Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan
  • Petani Bojonegoro Terima Bantuan Alsintan hingga Asuransi Tani
  • 24 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 24 Juli 2026
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Media Gathering, Ajak Jurnalis Kenalkan Potensi Daerah
  • Kenalkan Nilai Integritas Sejak Dini, 320 Siswa Baru SMPN 1 Baureno Ikuti Edukasi Anti Korupsi Saat MPLS
  • Polres Blora Tangkap Pengoplos Elpiji Bersubsidi di Kunduran
  • Dinsos Bojonegoro Gandeng Kemenag dan LAZ Perkuat Jaring Pengaman Sosial
  • Proyeksi APBD Bojonegoro 2027 Mencapai Rp 5,1 T, Pemkab Fokus Optimalisasi Kemandirian Fiskal
  • 23 Juli dalam Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 23 Juli 2026
  • Olahraga Makin Kalcer Pakai On Headband Original dari Blibli
  • Bupati Bojonegoro Salurkan Bantuan Saprotan ke 99 Kelompok Tani
  • Penyebab Mengapa Warga RI Tak Banyak yang Berumur Panjang
  • Disnakkan Bojonegoro Gelar Bimtek GAYATRI Serentak untuk 242 KPM di Tiga Lokasi
  • Gelar Peralatan Kebencanaan Jatim 2026 Dipusatkan di Pantai Pancer Door Pacitan
12 Tradisi Unik Saat Lebaran di Indonesia

12 Tradisi Unik Saat Lebaran di Indonesia

Kekayaan budaya Indonesia tercermin jelas dalam berbagai perayaan hari besar, termasuk saat menyambut Hari Raya Idulfitri. Setiap daerah memiliki cara tersendiri yang unik dan penuh makna dalam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

Berikut adalah 12 tradisi unik Lebaran dari berbagai penjuru Nusantara yang sarat akan nilai sejarah, kebersamaan, dan rasa syukur.

 

Meugang, Aceh

Di serambi Makkah, masyarakat memiliki tradisi Meugang yang dilakukan menjelang Lebaran. Tradisi ini dilakukan dengan memasak daging sapi atau kerbau dalam jumlah banyak untuk dinikmati bersama keluarga dan kerabat. Meugang juga menjadi momen penting untuk berbagi hidangan dengan kaum dhuafa agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan hari raya.

 

Grebeg Syawal, Yogyakarta

Keraton Yogyakarta mengadakan Grebeg Syawal setiap tanggal 1 Syawal. Tradisi ini ditandai dengan keluarnya gunungan hasil bumi yang dikawal oleh prajurit keraton. Gunungan tersebut kemudian didoakan di Masjid Gede Kauman sebelum akhirnya diperebutkan oleh warga sebagai simbol berkah dan rasa syukur.

 

Perang Topat, Lombok

Masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat, merayakan persaudaraan melalui Perang Topat atau perang ketupat. Tradisi ini biasanya dilakukan di area Pura Lingsar dan melibatkan umat Islam serta Hindu. Meski disebut perang, kegiatan ini sebenarnya merupakan simbol kerukunan antarumat beragama di mana mereka saling melempar ketupat dalam suasana penuh kegembiraan.

 

Pawai Pengon, Jember

Di Jember, Jawa Timur, terdapat tradisi Pawai Pengon yang biasanya digelar pada hari ketujuh Syawal atau saat Lebaran Ketupat. Warga mengarak gerobak sapi yang telah dihias janur kuning mengelilingi desa. Tradisi ini merupakan bentuk syukur atas keberhasilan panen dan kelancaran ibadah selama Ramadan.

 

Binarundak, Sulawesi Utara

Masyarakat di wilayah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, merayakan Lebaran dengan tradisi Binarundak atau memasak nasi jaha secara massal. Nasi jaha yang terbuat dari beras ketan, santan, dan jahe ini dimasak di dalam bambu menggunakan api unggun yang menyala di sepanjang jalan.

 

Tumbilotohe, Gorontalo

Malam pasang lampu atau Tumbilotohe adalah tradisi khas Gorontalo yang dilakukan pada tiga malam terakhir menjelang Lebaran. Masyarakat menyalakan ribuan lampu minyak atau obor di depan rumah, sepanjang jalan, dan di area persawahan, sehingga menciptakan pemandangan malam yang sangat indah dan terang benderang.

 

Pukul Manyapu, Maluku

Di desa Mamala dan Morella, Maluku Tengah, terdapat tradisi ekstrem nan unik bernama Pukul Manyapu. Para pemuda saling memukul punggung menggunakan lidi dari pohon enau hingga berdarah. Tradisi ini melambangkan keberanian dan semangat perjuangan, di mana luka-luka tersebut nantinya akan diolesi minyak tradisional sebagai penyembuh.

 

Malam Selikuran, Solo

Tradisi ini sudah ada sejak zaman Sultan Agung dan dilestarikan oleh Keraton Kasunanan Surakarta. Dilaksanakan pada malam ke-21 Ramadan, warga melakukan kirab tumpeng menuju Taman Sriwedari. Kegiatan ini bertujuan menyambut malam Lailatul Qadar sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

 

Meriam Karbit, Pontianak

Menjelang Idulfitri, masyarakat di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, menyulut meriam raksasa yang terbuat dari kayu atau karbit. Suara dentuman yang menggelegar ini awalnya dipercaya untuk mengusir roh jahat, namun kini telah menjadi festival tahunan yang menarik wisatawan.

 

Tradisi Ronjok Sayak, Bengkulu

Masyarakat suku Serawai di Bengkulu memiliki tradisi unik membakar batok kelapa atau Ronjok Sayak. Batok kelapa disusun setinggi satu meter di depan rumah lalu dibakar serentak pada malam takbiran. Tradisi ini merupakan simbol penghormatan kepada leluhur dan bentuk syukur kepada Sang Pencipta.

 

Makan Bajamba, Sumatera Barat

Di Minangkabau, tradisi makan bersama secara lesehan yang disebut Makan Bajamba tetap lestari saat momen Lebaran. Tradisi ini menekankan pada nilai kesetaraan dan kebersamaan, di mana masyarakat dari berbagai status sosial duduk melingkar menyantap hidangan khas di atas talam besar.

 

Koko’ono, Morowali

Masyarakat Morowali di Sulawesi Tengah merayakan Lebaran dengan tradisi Koko’ono, yakni tradisi mengetuk pintu rumah tetangga dan kerabat untuk bersilaturahmi sambil membawa hantaran makanan. Tradisi ini memastikan tidak ada satu pun rumah yang terlewat dari suasana kehangatan Lebaran.

 

Editor: Mohamad Tohir

Publisher: Mohamad Tohir

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1784954718.0275 at start, 1784954718.4655 at end, 0.43799686431885 sec elapsed