News Ticker
  • Dorong Program Prioritas Daerah, TP PKK Bojonegoro Tinjau Potensi Mandiri Warga Gedongarum Kanor
  • 28 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 28 Agustus 2026
  • Siswa-Siswi SD di Bojonegoro Gelar Aksi Peduli Lingkungan
  • Tingkatkan Kapasitas Irigasi Pertanian, Dinas PU SDA Bojonegoro Rehabilitasi Embung Rowoglandang di Tambakrejo
  • Konsumsi Kopi Americano Pagi Hari Tak Efektif Pangkas Berat Badan Tanpa Defisit Kalori
  • Manfaatkan Sampah untuk Bayar PBB, Inovasi SAJAK Desa Tebon Jadi Wadah Kreativitas Lingkungan dan Edukasi Remaja
  • Diskon Hingga Bebas Tunggakan, Pemprov Jatim Masih Buka Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Hingga Akhir Agustus
  • Pemkab Bojonegoro Gelar Bootcamp UMKM 2026 untuk 150 Pemuda, Mulai Hari Ini
  • Garis Bawahi Penataan APBDes dan BKK Desa, Pemkab Bojonegoro Dorong Efisiensi dan Tertib Pencatatan Kas
  • 27 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 27 Agustus 2026
  • Targetkan Kategori Nindya di 2026, Pemkab Bojonegoro Matangkan Persiapan Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak
  • Seorang Laki-Laki di Kanor, Bojonegoro Aniaya Ibu Kandungnya Hingga Meninggal
  • PC GP Ansor Bojonegoro Berangkatkan 126 Banser ke Muktamar NU ke-35 di Jombang
  • Pemprov Jatim Komitmen Tuntaskan TPG Rp274,57 Miliar dan Siapkan Bantuan Pendidikan 50 Ribu Siswa
  • Edukasi Bahaya Merokok di SMP Muhammadiyah 06 Sugihwaras, Perkuat Penerapan KTR di Bojonegoro
  • 26 Agustus dalam Catatan Sejarah
  • Prakiraan Cuaca Bojonegoro 26 Agustus 2026
  • Sosialisasikan Sistem Desil DTSEN, Anggota DPRD Bojonegoro Natasha Devianti Imbau Warga Rutin Pemutakhiran Data
  • IJTI Pantura Raya Kecam Intimidasi Perwira Polresta Tuban Terhadap Jurnalis
  • Kue Harga Seribuan di Padangan Ini Beromzet Puluhan Juta, Tembus Pasar Luar Daerah
  • Mekanisme Kerja Pelembab dan Solusi Medis untuk Bibir Kering
  • Cetak Generasi Qur'ani, Pemkab Bojonegoro Buka Pendaftaran Seleksi MTQ 2026
Sambut MEA, Guru Bahasa Inggris Belajar Cara Mengajar Efektif

Sambut MEA, Guru Bahasa Inggris Belajar Cara Mengajar Efektif

Oleh Nasruli Chusna

Kota - Demi meningkatkan kemampuan, puluhan guru bahasa Inggris di Bojonegoro ini tak lelah belajar. Mereka belajar bagaimana mempelajari dan mengajarkan bahasa Inggris secara efektif dan mudah. Apa yang selama ini dipelajari, bagi mereka, belum mampu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris anak didiknya. Apalagi dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA), lulusan sekolah harus mampu bersaing dengan warga asing yang bahasa Inggrisnya sudah jauh lebih baik. Mereka berkumpul dalam Lokakarya Guru Bahasa Inggris yang diprakarsai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) hari ini, Jumat (13/05).

"Dulu saat di sekolah, saya merasa bahasa Inggris itu terlalu dipaksakan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Hanafi dalam sambutannya.

Hanafi mengungkapkan rasa kagumnya kepada para guru yang masih mau belajar. Dalam Lokakarya Guru Bahasa Inggris yang diprakarsai EMCL ini, peserta merupakan guru ahli yang dipersiapkan untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya kepada guru lain. Dia mengaku kemampuan bahasa Inggrisnya belum sehebat guru-guru tersebut. Bahkan kata dia, salah satu peserta masih aktif mengajari dia bahasa Inggris. "Saya sama Pak Bupati (Bojonegoro) termasuk yang baru belajaran. Kami dulu sama-sama kuliah bahasa Arab," ungkap dia.

Hanafi bercerita, saat awal kepemimpinan Bupati Bojonegoro, dia diajak untuk sama-sama belajar. Bupati memintanya mencarikan guru bahasa Inggris. "Waktu itu Bupati banyak terima tamu bule, jadi harus bisa (bahasa Inggris)," kisahnya.

Hanafi mengakui betapa pentingnya penguasaan bahasa. Oleh karena itu, dia menyatakan terima kasih kepada EMCL yang telah mendukung pengembangan pendidikan bahasa Inggris di wilayahnya itu. "Dinas Pendidikan mendukung penuh program ini," pungkas dia.

Sementara itu, salah satu peserta lokakarya, Ita mengaku senang bisa ikut kegiatan tersebut. Menurut guru SMA Negeri Model Terpadu Kabupaten Bojonegoro itu, metode yang diajarkan para tutor dalam lokakarya ini sangat menarik. Dia merasakan belajar yang menyenangkan tapi mengena. "Saya rasa cara belajar seperti ini disukai anak-anak. Dan kalau mereka sudah suka, akan mudah bagi mereka (untuk bisa)," ujar wanita muda yang kini menjadi Guru Ahli di Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro itu. (rul/moha)

Berita Terkait

Videotorial

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Berita Video

Penyemayaman Api Abadi Hari Jadi Bojonegoro Ke-348 di Pendopo Malowopati

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah dan Ketua DPRD Abdulloh Umar, bersama jajaran Forkopimda Bojonegoro ...

Opini

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Merayakan Detik Ini: Menemukan Kedamaian dalam Jejak Hidup yang Singkat

Pernahkah Anda terbangun di suatu pagi, menatap cermin, dan menyadari bahwa garis-garis halus di wajah bukan sekadar tanda penuaan, melainkan ...

Sosok

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bocah 9 Tahun Asal Bojonegoro Jago Otak-Atik Elektronik, Bercita-cita Jadi Insinyur

Bojonegoro - Berbeda dari anak-anak seusianya, seorang bocah dari Desa Growok, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini justru memiliki minat besar ...

Infotorial

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Dari Ladang Migas ke Ladang Wirausaha: Jejak Nyata PEPC Zona 12 Membangun Kemandirian Desa

Bojonegoro - Berakhirnya fase pengembangan Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) pada 2021 menjadi titik balik bagi ratusan pemuda Desa Bandungrejo, ...

Wisata

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Pemkab Launching Kalender Event 2026 dan Mars Bojonegoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pada Rabu malam (18/03/2026), bertempat di Jalan Mas Tumapel Bojoonegoro, melaunching Kalender Event Bojonegoro ...

1787894599.3461 at start, 1787894600.4869 at end, 1.1408059597015 sec elapsed