Penyebab Makanan Sering Terselip di Sela Gigi dan Cara Aman Mengatasinya
Rabu, 12 Agustus 2026 15:00 WIBOleh Tim Redaksi
Bojonegoro - Kondisi sisa makanan yang sering tersangkut di sela gigi atau biasa disebut selilitan merupakan hal yang umum terjadi. Dalam dunia medis, penumpukan atau tersangkutnya sisa makanan di celah gigi ini dikenal dengan istilah food impaction.
Potongan makanan kecil seperti cabai atau serat daging dapat dengan mudah terdorong dan terjepit di antara dua gigi saat proses mengunyah. Fenomena ini biasanya dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari adanya celah alami antargigi, perubahan posisi gigi, hingga terjadinya penyusutan pada gusi di antara dua gigi atau yang disebut papila interdental.
Area sela gigi merupakan salah satu bagian mulut yang paling sulit dibersihkan hanya dengan mengandalkan sikat gigi biasa. Jika sisa makanan dibiarkan begitu saja, lapisan tipis berisi bakteri atau plak akan menumpuk di area tersebut dan memicu terjadinya peradangan gusi. Gejala peradangan ini umumnya ditandai dengan kondisi gusi yang memerah, membengkak, serta mudah berdarah saat tersentuh.
Untuk mencegah penumpukan plak dan sisa makanan, menjaga kebersihan sela gigi secara rutin menjadi langkah yang sangat krusial. Selain menyikat gigi dua kali sehari, masyarakat disarankan untuk rutin membersihkan sela gigi menggunakan dental floss atau benang gigi, serta dapat memanfaatkan interdental brush jika celah antargigi tergolong cukup lebar.
Penggunaan benang gigi harus dilakukan secara perlahan mengikuti lekukan sisi gigi agar tidak merusak jaringan gusi. Kebiasaan berkumur dengan air bersih sesaat setelah makan juga bisa membantu mengikis sisa makanan yang tertinggal, meski cara ini tidak sepenuhnya menggantikan peran menyikat gigi dan flossing.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak pernah menggunakan benda-benda tajam atau keras seperti jarum untuk mengambil sisa makanan yang terselip karena berisiko tinggi melukai gusi serta memicu iritasi berat. Jika keluhan selilitan terjadi berulang kali di lokasi yang sama dan diiringi gejala gusi bengkak atau bau mulut menetap, ada baiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Editor: Mohamad Tohir
Publisher: Mohamad Tohir































